Mojokerto (beritajatim.com) – Aktivitas penumpang angkutan umum di Terminal Kertajaya, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, mulai mengalami peningkatan signifikan seiring dimulainya libur sekolah dan mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Lonjakan jumlah penumpang tercatat sejak Sabtu (21/12/2025) dan terus meningkat hingga awal pekan ini.
Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Kasi Dalops) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Mojokerto, Dinas Perhubungan Jawa Timur, Akhmad Yazid, mengatakan peningkatan jumlah penumpang angkutan kota dalam provinsi (AKDP) di Terminal Kertajaya mencapai sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan hari normal.
“Mulai Sabtu kemarin berbarengan dengan libur sekolah sudah ada peningkatan. Hari Senin kemarin terminal sudah penuh. Kenaikannya sekitar 30 sampai 40 persen dari kondisi normal. Puncak arus keberangkatan penumpang diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Desember 2025,” ungkap Akhmad Yazid, Rabu (24/12/2025).
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode arus mudik Nataru, pengelola Terminal Kertajaya melakukan koordinasi lintas terminal, khususnya dengan Terminal Purabaya, Kabupaten Sidoarjo. Langkah ini disiapkan guna mengantisipasi keterbatasan armada apabila jumlah penumpang melebihi kapasitas bus yang tersedia.
Berdasarkan data sementara Dishub Jawa Timur, jumlah penumpang AKDP di Terminal Kertajaya dalam beberapa hari terakhir mencapai sekitar 2.000 orang per hari.
“Antisipasi tetap kami lakukan dengan berkoordinasi dengan Terminal Purabaya. Jika di Kertajaya penumpang membludak sementara armada terbatas, kami akan menghubungi Purabaya untuk meminta bantuan bus cadangan. Untuk hari ini, bus jurusan Batu penuh-penuh, tapi yang paling banyak tetap tujuan Madiun,” jelasnya.
Adapun jurusan favorit penumpang masih didominasi rute Madiun, disusul tujuan Batu yang juga terpantau mengalami kepadatan penumpang selama masa libur sekolah dan Nataru.
Yazid menambahkan, keberadaan layanan Trans Jatim turut membantu mengurai kepadatan penumpang di terminal. Kehadiran angkutan massal berbasis koridor tersebut dinilai mampu menopang layanan AKDP konvensional sehingga distribusi penumpang menjadi lebih merata.
“Karena saling menunjang pelayanan transportasi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, untuk arus balik Nataru, Dishub Jawa Timur memprediksi kepadatan akan terjadi setelah pergantian tahun, yakni pada 2 hingga 3 Januari 2026, seiring berakhirnya masa libur sekolah pada 4 Januari 2026.
“Biasanya arus balik itu di atas tanggal 1 Januari, sekitar tanggal 2 sampai 3 Januari 2026. Kami sudah siapkan antisipasi agar pelayanan tetap berjalan lancar,” pungkasnya. [tin/beq]






