Ngawi (beritajatim.com) – Pemkab Ngawi telah menyiapkan dapur umum bagi warga yang mengungsi akibat banjir luapan Bengawan Solo di Kelurahan Karangtengah Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pun, segera melakukan pendataan lahan pertanian warga yang terdampak banjir.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menerangkan pihaknya kini telah mendirikan dapur umum untuk 56 orang warga Karangtengah yang kini mengungsi. Dari 56 orang itu ada 11 orang lansia satu diantaranya sakit.
“Selain dapur umum, kami juga mendirikan tenda pengungsian supaya masyarakat bisa beristirahat dengan nyaman. Untuk MCK sudah tercukupi ya, karena sudah ada MCK umum yang bisa digunakan oleh warga,”kata Mas Antok, sapaan akrab Wabup Dwi Rianto Jatmiko saat meninjau lokasi yang terdampak banjir di Karangtengah, Jumat (3/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-ngawi”]
Mas Antok mengatakan sejauh ini memang ada 7 kecamatan di Ngawi yang terdampak banjir luapan Bengawan Solo. Mayoritas yang terdampak adalah lahan pertanian. Pihaknya segera melakukan pendataan dan memetakan luasan lahan pertanian yang siap panen dan yang masih masa pertumbuhan yang tergenang air banjir.
“Segera kami lakukan pendataan agar bisa segera jelas nanti penanganan yang bisa kami lakukan. Karena untuk wilayah Mantingan dan Karanganyar ini mayoritas lahan pertanian yang tergenang air,” lanjut Mas Antok.
Saat ini pihaknya juga terus memantau naiknya permukaan air Bengawan Solo pasca dibukanya pintu air Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah. “Informasi semakin.mudah kami dapatkan utamanya saat pembukaan pintu air Waduk Gajah Mungkin yang berdampak pada naiknya tinggi muka air di Bengawan Solo,” pungkasnya. (fiq/kun)






