Jombang (beritajatim.com) – Pemkab Jombang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menggelar aksi simpatik melalui program “Kring Pagi” pada Selasa (31/3/2026), yang menyasar area-area vital di pusat kota.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah penataan parkir siswa di sekitar Alun-alun Jombang, terutama bagi pelajar dari SMKN 2, SMAN 1, dan SMPN 2. Penataan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi Alun-alun sebagai ruang publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa gangguan dari kepadatan kendaraan yang terparkir.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jombang, Samsudi, yang didampingi oleh Miftahul Ulum, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekaligus pengelola Aset Alun-Alun Jombang, menjelaskan bahwa penertiban ini diawali dengan koordinasi intensif antara petugas dan pihak sekolah. Samsudi mengungkapkan bahwa pada hari-hari tertentu, seperti Senin, kebutuhan lahan parkir di sekolah-sekolah sekitar Alun-alun meningkat drastis.
“Kami sudah turun langsung memberikan imbauan ke sekolah-sekolah di kawasan Alun-alun. Seperti di SMKN 2, kami memaklumi jika hari Senin halaman sekolah digunakan untuk upacara atau apel, sehingga kapasitas parkir tidak mencukupi,” jelas Samsudi.
Pemerintah Kabupaten Jombang tidak hanya sekadar melarang, tetapi juga berupaya mencari solusi melalui dialog dengan pihak sekolah. “Sosialisasi dan rapat koordinasi sudah kami laksanakan. Saat ini tinggal aplikasi di lapangan dan akan terus kami lakukan evaluasi bersama agar kebijakan ini berjalan baik bagi semua pihak,” tambah Samsudi.
Dalam menghadapi sekolah-sekolah dengan keterbatasan lahan parkir, pemerintah juga telah menginisiasi kerja sama dengan pihak eksternal. Samsudi menegaskan bahwa pihaknya telah mengarahkan sekolah-sekolah tersebut untuk bekerja sama dengan Takmir Masjid Baitul Mukminin agar para pelajar dapat memanfaatkan lahan parkir di Islamic Center.
“Kami ingin para pelajar merasa aman saat menuntut ilmu. Oleh karena itu, bagi sekolah yang lahan parkirnya terbatas, kami arahkan untuk bekerja sama dengan Takmir Masjid Baitul Mukminin, untuk dapat parkir di Islamic Center. Di sana parkir lebih terjamin keamanannya, tertata, dan yang terpenting motor siswa tidak kehujanan,” ujarnya.
Selain penataan parkir, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah perilaku bolos sekolah dan memastikan bahwa para pelajar tetap berada di lingkungan pendidikan selama jam pelajaran. Patroli yang dilakukan kemudian dilanjutkan ke beberapa titik simpul kemacetan dan gangguan ketertiban.
Salah satunya adalah di pertigaan PG Jombang Baru, di mana petugas memberikan sosialisasi kepada para pengamen agar aktivitas mereka tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pendekatan serupa juga diterapkan di perempatan Sambong terhadap kelompok anak punk, dengan memberikan pembinaan agar mereka mendapatkan arahan positif. Samsudi berharap bahwa upaya penertiban dan patroli di jalur T ini dapat memberikan dampak positif bagi warga Jombang.
Dengan langkah ini, estetika kota akan semakin terwujud, Alun-alun Jombang terlihat lebih rapi dan representatif sebagai ikon kota.
Dalam hal kelancaran lalu lintas, pengurangan kepadatan parkir di bahu jalan diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas di pusat kota. Selain itu, pembinaan di persimpangan jalan juga bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Ketertiban adalah modal utama kenyamanan warga, untuk itu mohon dukungan seluruh masyarakat. Dengan tata ruang yang rapi dan sosial masyarakat yang terjaga, kita semua dapat beraktivitas dengan lebih tenang dan produktif,” pungkas Samsudi.
Melalui sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, dan pengelola tempat ibadah, diharapkan wajah Kota Jombang semakin tertata dan ramah bagi semua kalangan. [suf]






