Surabaya (beritajatim.com) – Usai melakukan serangkaian penyelidikan, anggota Unit Reskrim Polsek Bubutan menangkap tiga pelaku pembacokan ke dua remaja Dupak saat malam takbiran Idul Fitri 2026, Sabtu (21/3/2026) dini hari. Ketiga pelaku yang diamankan mengaku melakukan aksinya dalam kondisi mabuk usai pesta miras.
Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra mengatakan, Ketiga pelaku diamankan saat berkumpul di salah satu rumah di Kampung Sentong, Margomulyo, Rabu (25/3/2026) malam. Penangkapan dilakukan setelah anggotanya melakukan identifikasi dari berbagai rekaman CCTV di lokasi.
“Iya sudah kami amankan kemarin malam. Sampai sekarang masih kita periksa apakah ada pelaku lain yang terlibat,” kata Sandi, Kamis (26/3/2026).
Sandi memaparkan, ketiga pelaku yang diamankan adalah Pipin Rahman (20) warga Karangpoh, Tio Ferdinan (18) warga Sentong, dan Rifky Achmad (20) warga Balongsari. Dari ketiga orang itu, Pipin Rahman merupakan eksekutor yang membacok korban HI dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit. Setelah korban terkapar, pelaku lantas mengambil handphone milik korban.
“Ketiga pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Matic. TF sebagai joki dan PR sebagai eksekutor yang membacok,” terang Sandi.
Ketiga pelaku saat ini sedang diperiksa di Polsek Bubutan. Tiga remaja yang diduga berafiliasi dengan kelompok gangster ini dijerat dengan pasal 479 KUHP dan pasal 262 ayat 3 KUHP Pidana tentang pencurian dengan pemberatan dan pengeroyokan.
Sebelumnya diberitakan,Dua remaja asal Dupak, Surabaya menjadi korban pembacokan dari sekelompok remaja diduga gangster saat malam takbiran, Sabtu (21/3/2026) dini hari kemarin. Kejadian itu membuat salah satu korban berinisial HI mengalami luka senjata tajam dengan lebar 10 sentimeter dan kedalaman 4 sentimeter.
Perwakilan keluarga korban, Poppy Ananta menceritakan, mulanya korban baru pulang dari silaturahmi dan hendak pulang ke rumah di Jalan Dupak 6. Saat akan masuk gang rumah, dua korban yakni HI dan YA langsung dihadang oleh enam orang dengan mengendarai dua sepeda motor.
“Saudara ipar saya itu dihadang terus sempat ditanya sama pelaku anak mana terus mau kemana. Sama saudara saya dijawab mau pulang. Karena memang sudah di depan gang itu,” kata Poppy, Minggu (22/3/2026).
Keenam pelaku kemudian turun dari sepeda motor dan langsung mengeroyok HI dan YA. Menurut Poppy, Keenam pelaku mengeroyok korban dengan brutal mengenakan senjata tajam dan bambu.
“Dua saudara saya langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Kemarin adik ipar saya YA itu perlu observasi lanjut di RS Surabaya Medical Service (SMS). Sementara HI adik sepupu saya mengalami luka bacok di punggung kiri,” terangnya.
Poppy memastikan jika dua korban tidak terlibat masalah apapun dengan para pelaku. Ia menduga jika kelompok pemuda yang melakukan penyerangan adalah gangster yang beraksi secara acak. Para pelaku juga mengambil handphone korban.
“Tidak ada masalah sebelumnya. Tidak senggolan atau apapun. Jadi murni dua saudara saya mau pulang ke rumah nenek lalu dicegat dan dikeroyok,” pungkasnya. [ang/suf]






