Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono angkat bicara terkait kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja akibat tertimbun longsor galian tanah di Kabupaten Magetan. Peristiwa ini, kata dia, menambah daftar insiden serupa yang terjadi di Jawa Timur dan menunjukkan masih lemahnya pengawasan serta penerapan keselamatan kerja di sektor galian tanah.
“ni bukan kejadian pertama, dan seharusnya sudah menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas galian tanah,” kata Deni Wicaksono, kepada beritajatim.com, Selasa (27/1/2026).
Deni menyebut kasus di Magetan seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan instansi teknis, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Menurut dia, kecelakaan kerja di sektor galian kerap terjadi akibat aktivitas yang tidak memperhatikan standar keselamatan.
“Kalau dilihat dari berbagai kejadian sebelumnya, persoalannya hampir sama, mulai dari galian yang terlalu dalam hingga tidak adanya pengamanan tebing,” ujar Deni.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu menilai, selama pengawasan masih lemah, potensi kecelakaan akan terus mengancam keselamatan pekerja. Dia menegaskan, keselamatan kerja tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan ekonomi semata.
“Nyawa pekerja tidak boleh terus menjadi korban karena pembiaran dan lemahnya penegakan aturan,” kata Deni.
DPRD Jawa Timur, lanjut Deni, mendorong pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam melakukan penertiban aktivitas galian tanah, baik yang berizin maupun tidak. Selain itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum juga dinilai penting agar aturan keselamatan benar-benar dijalankan di lapangan.
“Kalau memang tidak memenuhi standar dan membahayakan, harus berani dihentikan,” ujar dia.
Deni juga meminta adanya langkah pencegahan yang konkret agar kejadian serupa tidak terus terulang. Menurut dia, evaluasi pascakecelakaan saja tidak cukup tanpa disertai pengawasan rutin dan sanksi tegas.
“Kita tidak ingin setiap ada korban jiwa baru kemudian semua bergerak, pencegahan harus menjadi prioritas,” kata Deni. [asg/aje]






