Surabaya (beritajatim.com) – DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar Aksi Merawat Pertiwi lewat penanaman pohon dan penebaran benih ikan di Waduk Tirta Adhyaksa, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Waduk Unesa, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini dipakai sebagai momen mengikat isu lingkungan dengan kerja lapangan, dari pemulihan ekosistem waduk sampai fungsi resapan air bagi warga sekitar.
“Ini adalah perintah langsung dari Ibu Ketua Umum. Kita merawat pertiwi dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan menjaga ekosistem agar tetap lestari. Jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh rakyat Indonesia, kita bisa mencegah berbagai bencana, baik banjir maupun kerusakan lingkungan lainnya,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, di sela kegiatan.
Aksi di Surabaya merupakan tindak lanjut Instruksi DPP PDI Perjuangan Nomor 881/IN/DPP/I/2026 tertanggal 22 Januari 2026 tentang “Merawat Pertiwi dalam Rangka Hari Ulang Tahun Ketua Umum PDI Perjuangan”. Instruksi itu mewajibkan struktur partai, fraksi legislatif, serta kepala dan wakil kepala daerah kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia melakukan aksi pelestarian lingkungan secara serentak.
“Politik PDI Perjuangan adalah politik gotong royong dan kerja konkret. Bukan hanya bicara kekuasaan, tetapi bagaimana partai hadir menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Armuji.
Di Surabaya, kegiatan diikuti jajaran pengurus DPC, PAC, badan sayap, dan kader PDI Perjuangan Kota Surabaya. Fokus kegiatan diarahkan pada pemulihan ekosistem waduk sebagai habitat air tawar sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan, sejalan dengan tema ketahanan ekologi dan keselamatan rakyat.
“Ini adalah perintah langsung dari Ibu Ketua Umum. Kita merawat pertiwi dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan menjaga ekosistem agar tetap lestari. Jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh rakyat Indonesia, kita bisa mencegah berbagai bencana, baik banjir maupun kerusakan lingkungan lainnya,” tegas Armuji.
Sesuai instruksi DPP, aksi lingkungan meliputi penanaman minimal satu pohon oleh setiap kader, kerja bakti membersihkan lingkungan dan aliran sungai, pelepasan benih ikan di perairan setempat, serta pelepasan burung ke habitat yang layak. Seluruh kegiatan juga melibatkan masyarakat, komunitas lingkungan, petani, nelayan, dan unsur warga lainnya.
“Politik PDI Perjuangan adalah politik gotong royong dan kerja konkret. Bukan hanya bicara kekuasaan, tetapi bagaimana partai hadir menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Melalui aksi di Waduk Tirta Adhyaksa, PDI Perjuangan Surabaya menargetkan dampak jangka panjang bagi warga sekitar, mulai dari kualitas lingkungan hingga penguatan budaya gotong royong. Kegiatan ini juga diposisikan sebagai pengingat bahwa agenda partai tidak berhenti di ruang elektoral, tetapi dibawa ke isu konkret yang dirasakan warga sehari-hari.
“Ini adalah perintah langsung dari Ibu Ketua Umum. Kita merawat pertiwi dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan menjaga ekosistem agar tetap lestari. Jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh rakyat Indonesia, kita bisa mencegah berbagai bencana, baik banjir maupun kerusakan lingkungan lainnya,” tegas Armuji. [asg/kun]






