Banyuwangi (beritajatim.com) – Masa kampanye Pemilu 2024 telah usai, kini tahapan memasuki masa tenang. Meski demikian, PDI Perjuangan Jawa Timur justru meningkatkan kesiagaan hingga pemungutan suara 14 Februari mendatang.
“Kita tetap siaga penuh selama masa tenang kampanye menjelang pemungutan suara. Masa tenang ini bukan hari tenang, namun dalam tingkat kesiagaan,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah
Said menyebut, kesiagaan itu perlu, karena ingin memastikan agar kadernya untuk tidak lengah dan kecolongan. Menurutnya, masa tenang kampanye sebagai waktu paling krusial.
Said meminta para kader partai harus memastikan tugasnya dengan teliti.
“Saya sudah arahkan kantor DPC harus siaga penuh, buka mata buka telinga menerima laporan dari masyarakat dan menjaga suara PDI Perjuangan dan capres Ganjar dan Mahfud,” tegasnya.
Anggota DPR RI ini, juga berharap agar melakukan kegiatan penguatan di masing-masing lini dan patroli.
“Penyelenggara pemilu ada Bawaslu yang mengawasi, partai ada juga yang mengawasi,” tuturnya.
Selain itu, kata Said, dirinya cukup optimis dengan suara pasangan capres-cawapres nomor urut 03 di Jawa Timur. Terutama saat terakhir kampanye akbar digelar di Banyuwangi, Kamis (8/2/2024) lalu.
“Saya yakin kehadiran masyarakat di Jawa Timur sebagai bukti keyakinan mereka kepada PDI Perjuangan dan capres-cawapres yang akan dipilihnya,” pungkasnya. [rin/aje]






