Jombang (beritajatim.com) – Gagasan MLB (Muktamar Luar Biasa) NU yang akan digelar di Cirebon Jawa Barat terus menuai penolakan. Kali ini penolakan keras disuarakan oleh PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Jombang, Minggu (22/9/2024).
Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrulloh Hadzik atau Gus Fahmi menegaskan bahwa jika tidak ada sejarah terkait MLB NU, kecuali dilaksanakan oleh sejumlah orang yang sakit hati atau kecewa.
“Jadi kami menolak dengan keras gagasan MLB. Karena tidak ada contoh dari sejarah NU itu mengadakan MLB kecuali diselenggarakan orang yang kecewa seperti dulu Abu Hasan mengadakan MLB setelah Muktamar Cipasung. Itu dasarnya adalah kekecewaan,” ungkap Gus Fahmi saat diwawancarai wartawan usai melantik 18 Lembaga PCNU Jombang di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang.
Cucu pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari ini meyakini bahwa upaya MLB NU tidak ada yang pernah berhasil dalam perjalanan panjang NU. Gus Fahmi tidak ingin keutuhan NU menjadi rusak hanya karena keinginan segelintir orang.
Ia mengungkapkan apabila ada yang menginginkan menjadi pemimpin PBNU, maka hendaknya menunggu momen muktamar yang akan dilaksanakan di tahun 2027 mendatang. “Jangan mengadakan muktamar luar biasa, ini sangat menganggu. Kalau ingin membunuh satu dua tikus, jangan membakar lumbungnya,” kata Gus Fahmi berfalsafah.
“Setelah Muktamar NU 2004 di Solo itu juga ada upaya MLB, tapi alhamdulillah semuanya tidak berhasil. Kami tidak ingin keutahan NU ini rusak hanya karena keinginan segelintir orang,” tegasnya.
Salah satu pengasuh Ponpes (Pondok Pesantren) Putri Tebuireng Jombang ini memastikan hingga saat ini tidak ada pihak yang menghubungi PCNU Jombang dan mengajak MLB. Makanya Gus Fahmi tidak paham ketika muncul klaim dari pihak MLB ada 323 cabang dan 23 PW (Pengurus Wilayah) yang sudah sepakat.
“Kita juga nggak tahu. Makanya PBNU juga tenang-tenang saja. Artinya, tidak perlu direspon ramai-ramai. Karena dalam sejarah, yang ingin menganggu NU akan mati dengan sendirinya,” pungkasnya. [suf]






