Gresik (beritajatim.com) – Setelah mengalami kebakaran, KMP Gili Iyang yang melayani rute Gresik-Bawean akhirnya lego jangkar dan melakukan perbaikan. Semua muatan kapal yang meliputi barang curah, sembako, dan berbagai komoditas lainnya, dibongkar di Pelabuhan Gresik.
Aktivitas pembongkaran ini memakan waktu dua hari penuh, dengan para portir atau jasa kuli bongkar muat yang membantu proses ini.
Ratusan ton barang dari kapal tersebut dipindahkan menggunakan truk dan mobil yang mengantre di Pelabuhan Gresik. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan barang-barang yang ada bisa kembali diterima oleh pemiliknya setelah kapal mengalami insiden kebakaran dan gagal melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bawean.
Setelah pembongkaran selesai, kapal jenis Roro milik PT ASDP Indonesia Ferry ini ditarik dengan dua kapal tunda ke Pelabuhan Kamal Madura untuk diperbaiki.
Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya, M. Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa saat ini kapal sedang menjalani perbaikan kecil di Pelabuhan Kamal Madura.
“Jika perbaikan di sana selesai, kapal tidak perlu kembali docking. Perbaikan ini hanya memerlukan waktu lebih lama jika ada penggantian komponen besar,” katanya pada Minggu (18/8/2025).
Ia menambahkan bahwa estimasi waktu perbaikan masih belum dapat dipastikan, karena saat ini proses pengecekan sedang berlangsung di galangan kapal PT Dewaruci.
“Jika perbaikan hanya pada panel kabel yang rusak, kemungkinan besar tidak akan memakan waktu lama. Namun, jika harus mengganti semua komponen, tentu perbaikan akan lebih lama,” jelas Reza lebih lanjut.
Proses perbaikan ini dilakukan oleh perusahaan docking kapal yang sama, dengan memastikan seluruh aspek keselamatan dan kelancaran operasi kapal diantisipasi secara maksimal. Di sisi lain, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry telah menyerahkan urusan barang kepada pihak ketiga atau ekspedisi yang menangani logistik tersebut.
“Barang-barang yang ada di kapal menjadi tanggung jawab pihak ketiga, kami tidak mengetahui apakah ada asuransi untuk barang tersebut. Untuk tiket penumpang dan motor, pengguna bisa menghubungi layanan 191,” ujar Reza.
Ia juga menjelaskan bahwa prosedur refund untuk tiket harus dilakukan melalui saluran tersebut, karena beberapa tiket kadang dibeli oleh pihak ketiga atau ekspedisi.
Ke depan, PT ASDP Indonesia Ferry berharap perbaikan kapal berjalan lancar dan segera dapat melanjutkan operasionalnya. Masyarakat di Pulau Bawean dan sekitarnya pun diimbau untuk mengikuti prosedur resmi dalam hal pengurusan tiket dan barang yang terdampak oleh insiden ini. [dny/suf]






