Gresik (beritajatim.com)- Raut wajah Nur Zalva Istnaini (27) hanya bisa menatap kosong. Warga Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean ini merupakan salah satu penumpang KMP Gili Iyang.
Nur Zalva nama panggilannya menceritakan bahwa kejadiannya sangat cepat. Dirinya tak menyangka setelah 1,5 jam berangkat dari Pelabuhan Gresik tiba-tiba kapal yang ditumpanginya bagian dek bawah mengeluarkan api.
“Ahamdulillah semua penumpang aman. Termasuk suami dan anak saya berusia tiga tahun,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Dirinya bercerita, kebakaran ini bermula ada percikan api berasal dari bagian bawah kapal. Tepatnya berdekatan di tempat muatan barang curah dan kendaraan sepeda motor. Para penumpang yang berada di bagian atas kapal panik, setelah merasakan panas di kapal.
“Pas kejadian beberapa penumpang yang tidur juga terbangun sambil berteriak histeris,” ungkapnya.
Masih menurut Nur Zalva, penumpang yang semula sudah tidur terbangun dan panik sambil mencari pelampung.
“Saya yang sudah tertidur tiba-tiba kaget. Teriakan histeris di mana-mana karena kapal mengalami kebakaran. Banyak penumpang yang panik termasuk saya dan suami yang berada di lantai dua,” urainya.
Dengan kondisi panik lanjut dia, penumpang saling tarik-menarik mengambil pelampung karena merasa panik dan khawatir karena semuanya memikirkan keselamatan diri sendiri.
Kendati sudah menggunakan pelampung, para penumpang masih merasa khawatir lantaran takut kapal tenggelam. Namun, ABK KMP Gili Iyang berusaha untuk menenangkan penumpang sambil meminta pertolongan dan berkoordinasi dengan KSOP Kelas II Gresik, dan pihak terkait.
“Saya hanya bisa menangis dan berdoa, sambil bawa anak. Sempat berfikir tidak akan selamat,” imbuh Nur Zalva.
Kekhawatiran penumpang akhirnya bisa dikendalikan. Pasalnya, ABK KMP Gili Iyang api berasal dipadamkan. Kapal berhenti sambil meminta pertolongan.
Hal senada juga dikemukakan Rendi (35) penumpang asal Sangkapura Pulau Bawean. Dirinya juga panik
bersama orang tua dan keluarganya.
“Saya agak trauma, saat kebakaran pada penumpang sontak langsung ambil pelampung, untuk persiapan meloncat ke laut,” paparnya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik Capt Herbert EP Marpaung, mengatakan, penyebab kebakaran dugaan sementara akibat konsleting listrik.
“Tidak ada korban jiwa, para penumpang langsung kami evakuasi dan dilakukan penanganan di terminal penumpang,” urainya.
Herbert menyebut, pihaknya menerima laporan terjadi kebakaran sekitar pukul 23. 00 WIB, Rabu (13/8/2025). Kebakaran terjadi di area cat deck. Kapal kembali ke Pelabuhan Gresik dengan dibantu dua kapal pandu, sekitar pukul 09.30 WIB.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka, serta kerusakan kendaraan. Hanya ada beberapa barang bawaan yang terbakar,” pungkasnya. [dny/but]






