Malang (beritajatim.com) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang terus menggelar Pasar Murah. Kegiatan ini digelar di 5 kecamatan di Kota Malang sekaligus merujuk instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pemantauan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan pasar murah digelar secara bergantian kantor kecamatan, kelurahan hingga lapangan yang tersebar di 5 kecamatan di Kota Malang. Pasar Murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.
“Inspektorat mendapat surat dari Kemendagri untuk melakukan pemantauan penyaluran SPHP agar tepat sasaran,” ujar Slamet, Kamis, (28/8/2025).
Pasar Murah merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi gabungan yang dilakukan pekan lalu bersama Diskopindag, Dinas Perdagangan, hingga aparat TNI-Polri. Sejauh ini hampir 500 ton beras SPHP yang telah digelontorkan oleh Bulog.
“Dalam zoom meeting inflasi, daerah diminta memastikan distribusi beras SPHP benar-benar tepat sasaran. Sejauh ini mungkin sudah ada sekitar 500 ton beras yang digelontorkan Bulog,” ujar Slamet.
Dispangtan memastikan stok beras di gudang Bulog Kota Malang aman. Slamet mengungkapkan penyalurannya dilakukan secara bertahap agar harga beras tidak melonjak tajam di tengah tingginya permintaan.
“Kalau permintaan banyak, stok terbatas hukum ekonomi berlaku, harga naik. Dengan adanya beras SPHP, harga sudah mulai turun,” ujar Slamet.
Untuk pasar murah yang mereka gelar selain beras, ada pulanbahan pangan lain seperti minyak goreng, telur, garam, hingga tepung yang dijual dengan harga terjangkau. (luc/kun)






