Surabaya (beritajatim.com) — Komitmen pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan terus didorong, seiring dengan ancaman global yang menyebabkan hilangnya 40% hasil panen setiap tahun akibat hama dan penyakit tanaman. Menjawab tantangan besar ini, Bayer Indonesia melalui pabriknya, Bayer Crop Science Surabaya Site yang berlokasi strategis di Kawasan Industri Rungkut (SIER), mengambil langkah agresif untuk meningkatkan produktivitas.
Muhammad Zoel Akbar, Bayer Crop Science Site Lead Indonesia and Malaysia, menjelaskan bahwa pabrik di SIER Surabaya ini bukan hanya memenuhi kebutuhan petani dalam negeri, tetapi juga memainkan peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan global dengan mengekspor solusi perlindungan tanaman ke lebih dari 10 negara di ASEAN, Asia Selatan, dan Australia.
“Kami di Bayer Crop Science Surabaya Site terus memastikan bahwa setiap proses produksi berjalan dengan standar kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan tertinggi. Inovasi dalam sains dan teknologi manufaktur adalah kunci untuk memberikan solusi yang aman bagi lingkungan dan bermanfaat bagi petani,” ujar Akbar di Surabaya.
Saat ini, komposisi alokasi produksi pabrik Bayer di SIER Surabaya adalah 60 persen untuk mencakup permintaan domestik dan 40 persen untuk ekspor. Namun, melihat tren pertumbuhan permintaan global dan kebutuhan akan solusi perlindungan tanaman yang efektif, pabrik ini memacu produktivitas lebih tinggi lagi.
“Target kami tahun depan, angka produksi pabrik akan meningkat seiring dengan naiknya komposisi ekspor menjadi 55 persen,” tegas Akbar. Peningkatan porsi ekspor ini tidak akan mengorbankan pasar domestik, melainkan didukung oleh peningkatan total kapasitas produksi.
Didukung oleh 206 tenaga kerja lokal, pabrik SIER memproduksi fungisida dan insektisida unggulan, seperti Antracol, Vayego, Nativo, dan Ambition, dengan total kapasitas hingga 12 juta kilogram atau liter per tahun. Tren ekspor yang positif ini bahkan memproyeksikan lonjakan permintaan produk hingga lebih dari 55 persen pada 2026. Untuk itu, Bayer merencanakan perluasan kapasitas produksi hingga lebih dari 130 persen pada 2027.
Standar Global dan Keberlanjutan Lingkungan
Sebagai bentuk komitmen terhadap pertanian yang produktif dan berkelanjutan, Bayer Crop Science Surabaya Site menerapkan prinsip manufacturing excellence dan memenuhi standar internasional ISO 9001 serta ISO 14001. Pabrik ini juga berbangga atas sertifikat PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan penggunaan energi terbarukan melalui sertifikat REC PLN, yang sumber grid-nya berasal dari pasokan geothermal.
Ke depan, pabrik di SIER ini menargetkan penggunaan 100% energi terbarukan pada 2050. “Langkah ini mencerminkan kepercayaan kami terhadap potensi Indonesia sebagai pusat produksi dan inovasi berstandar global, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” pungkas Akbar, sembari menyebut peran aktif pabrik dalam program vokasional bagi pelajar dan dukungan sosial untuk pertanian mandiri.[rea]






