Blitar (beritajatim.com) – Menjadi sebuah ironi di negara Indonesia. Kabupaten Blitar yang menjadi salah satu daerah lumbung padi di Jawa Timur nyatanya harga beras di kawasan ini tetap mahal dan warga tetap antre beras murah.
Pada akhir tahun 2023 lalu Blitar menjadi lumbung padi Jawa Timur dengan adanya 9000 hektar padi yang panen raya. Namun sekarang harga beras di Kabupaten Blitar juga tetap mahal.
Mahalnya harga ini, membuat warga Kabupaten Blitar rela antre berjam-jam demi bisa mendapatkan beras murah. Hal ini tentu menjadi ironi tersendiri, tinggal di daerah lumbung padi namun masyarakatnya justru masih kesulitan membeli beras karena harganya melambung tinggi.
“Di luar sana harganya (beras) masih Rp. 18 ribu per kilogram, masih mahal belum turun-turun,” kata Umi, saat antre beras murah di operasi beras murah, Kamis (07/03/24).
Harga beras di pasaran Kabupaten Blitar memang masih tinggi. Saat ini harga beras di pasaran Blitar masih mencapai Rp. 15 ribu hingga Rp. 18 ribu rupiah per kilogram.
Harga itu tentu tidak terjangkau bagi sebagian masyarakat Kabupaten Blitar. Utamanya adalah mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan.
“SPHP diluar saja masih dijual Rp. 15 ribu rupiah per kilogram, apalagi yang lain susah mas, makanya ini ikut mengantre beras murah,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Blitar sendiri sebenarnya tidak tinggal diam. Operasi beras murah pun terus digelar oleh Pemkab Blitar demi menjamin kebutuhan pangan warga.
Terakhir Pemkab Blitar menyediakan 8 ton beras murah untuk warga. Beras yang dijual di operasi pasar murah ini adalah SPHP. Beras SPHP ini dijual Rp. 52 ribu rupiah per 5 kilogram.
“Beras sphp dari bulog, 8 ton dan habis. Minyak, telur, olahan pangan lain, sayur, buah. Harga beras 52,500,” kata Toha Masruri, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar.
Namun apakah operasi pasar murah ini menyelesaikan permasalahan mahalnya harga beras dipasaran?. Sejauh ini, operasi pasar ini tidak berdampak apapun terhadap harga beras di pasaran.
Harga beras di pasaran hingga sekarang masih tetap tinggi. Warga pun masih kesulitan untuk membeli beras karena harga masih melambung tinggi.
Pemerintah Kabupaten Blitar pun hanya bisa berharap operasi pasar ini bisa mengintervensi harga beras dipasaran agar cepat turun.
“Stok pangan aman, kesiapannya. Harga beras belum stabil,” tegasnya.
Pemkab Blitar bisa menjamin bahwa stok beras aman hingga bulan Ramadhan. Namun sayangnya untuk Pemkab Blitar belum bisa memastikan harga beras stabil.
Tentu ini menjadi pukulan bagi masyarakat kelas menengah kebawah. Mayoritas warga berharap harga beras bisa segera turun. [owi/aje]






