Surabaya (beritajatim.com) – Komunitas Perempuan Penulis Padma (Perlima) meluncurkan buku Fantasia, kumpulan cerita anak karya anggotanya, di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya, Minggu (18/1/2026). Buku ini menjadi terbitan ketujuh Perlima dan bagian dari rangkaian menuju lima tahun komunitas tersebut.
Fantasia memuat sekitar dua puluh cerita anak yang disusun dari hasil serangkaian kegiatan literasi sepanjang 2025. Buku ini diterbitkan dengan dukungan program Balai Bahasa Kemendikdasmen dan dibagikan secara gratis kepada peserta serta peminat selama persediaan masih ada.
Pendiri Perlima, Wina Bojonegoro, mengatakan pemilihan genre cerita anak berangkat dari peluang program yang dibuka Balai Bahasa untuk komunitas penulis. Perlima kemudian mengajukan tema anak sebagai fokus kegiatan tahun ini.
“Melalui cerita anak kita bisa masuk ke mana saja dan mendidik secara tidak langsung. Anak-anak juga masih kekurangan bahan bacaan,” kata Wina.
Ia menjelaskan, program tersebut diawali dengan workshop menulis cerita anak yang menghadirkan penulis Watiek Ideo dan diikuti anggota Perlima serta peserta umum. Kegiatan berlanjut dengan pelatihan mendongeng dan membaca nyaring bagi guru PAUD, TK, dan SD, serta pendampingan menulis dan menggambar bagi anak-anak.
Dari rangkaian itu, karya hasil workshop menulis kemudian diseleksi, diedit, dan dibedah hingga menjadi naskah buku. “Yang bisa dibaca berulang itu hasil workshop menulis cerita. Setelah disaring dan diedit, jadilah buku Fantasia,” ujar Wina.
Isi buku Fantasia beragam tanpa pembatasan bentuk cerita maupun kelompok usia pembaca. Cerita-cerita tersebut didominasi tema pendidikan moral dan budi pekerti yang dikemas dalam kisah ringan dan tokoh-tokoh anak.
“Rata-rata ceritanya tentang nilai moral, tapi dikemas lucu dan khas anak-anak,” katanya.
Wina menambahkan, salah satu tujuan penerbitan buku ini adalah memberi alternatif bacaan agar anak tidak terus bergantung pada gawai. “Ini upaya kecil menahan anak agar tidak bermain gadget,” tandasnya. [ipl/aje]






