Surabaya (beritajatim.com) — Nama aktris papan atas Nikita Willy ikut menjadi sorotan publik setelah buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans viral di media sosial. Buku tersebut memuat kisah pahit Aurelie saat masih remaja dan terlibat dalam produksi sinetron, yang kini memicu spekulasi luas di kalangan warganet.
Perbincangan ini mencuat karena Aurelie menuliskan pengalaman perundungan di lokasi syuting, yang diduga dilakukan oleh seorang pemeran utama perempuan dalam sinetron populer pada masanya. Meski Aurelie tidak menyebut nama maupun judul sinetron secara langsung, sejumlah petunjuk membuat publik mengaitkannya dengan Nikita Willy.
Kronologi Peristiwa dalam Buku Broken Strings
Dalam bukunya, Aurelie mengungkap bahwa peristiwa tersebut terjadi saat dirinya berusia 18 tahun, ketika ia terlibat dalam sebuah proyek sinetron sebagai pemeran pendukung. Meski bukan tokoh utama, ia mengaku menerima bayaran yang cukup besar untuk ukuran saat itu.
Berdasarkan penelusuran warganet, usia Aurelie tersebut mengarah pada tahun 2011. Pada periode itu, Aurelie diketahui berperan sebagai Nina dalam sinetron Putri yang Ditukar, yang dibintangi sejumlah aktor terkenal. Sinetron tersebut menempatkan Nikita Willy sebagai pemeran utama, sehingga dugaan publik pun mengerucut ke satu nama.
Pengakuan Perundungan di Lokasi Syuting
Aurelie menggambarkan suasana awal syuting yang membuatnya merasa terasing dan tidak diterima. Ia mengaku kebingungan karena tidak memahami “aturan tak tertulis” di lingkungan kerja tersebut.
“Sejak pertama kali syuting, aku merasa tidak punya tempat. Aku bahkan tidak tahu harus duduk di mana,” tulis Aurelie dalam bukunya.
Tanpa mengetahui bahwa sofa yang ia duduki merupakan tempat khusus pemeran utama, Aurelie mendapati dirinya berhadapan langsung dengan sang bintang utama.
“Aku tidak tahu itu tempatnya dia. Tidak ada yang memberi tahu,” ungkapnya.
Dalam kondisi gugup, Aurelie berusaha bersikap sopan dengan berdiri dan tersenyum. Namun, menurut pengakuannya, sikap tersebut tidak mendapat respons ramah.
Adegan yang Dianggap Merendahkan
Situasi semakin tidak nyaman ketika pemeran utama tersebut disebut kembali ke ruangan bersama asistennya yang membawa kaleng semprot serangga. Aurelie menuliskan bahwa udara di depannya disemprot sambil disertai senyum yang ia tafsirkan sebagai bentuk penghinaan.
“Sambil tersenyum, tetapi bukan senyum hangat, ia menyemprot udara di depanku Senyum yang dibuat untuk mempermalukan Lalu dengan nada manis ia berkata, “Ups, aku nggak tahu ada yang duduk di sofanya pemeran utama.
Tak berhenti di situ, ia juga menyebut perundungan tersebut berlangsung secara berulang selama proses syuting. “Ia menjadi bagian dari setiap hari, menyusup ke momen paling kecil, sampai aku tidak bisa lagi membedakan mana awal dan akhir,” tulis Aurelie mengakhiri kisahnya.
Seiring viralnya penggalan buku Broken Strings, banyak warganet mulai mengaitkan kisah tersebut dengan Nikita Willy. Kolom komentar di akun Instagram Nikita pun dipenuhi berbagai reaksi, mulai dari kekecewaan hingga hujatan.
Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Nikita Willy maupun pihak terkait yang mengonfirmasi atau membantah dugaan tersebut. Aurelie sendiri juga tidak secara eksplisit menyebut identitas pelaku dalam bukunya. (fyi)






