RINGKASAN BERITA:
- Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf memimpin pendaratan delegasi Amirulhaj gelombang kedua di Bandara Jeddah.
- Kedatangan rombongan tingkat tinggi ini difokuskan untuk mengaudit langsung kesiapan infrastruktur inti Armuzna.
- Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut bergabung memperkuat pengawasan berkala misi haji Indonesia.
- Hingga hari ke-29 operasional, sebanyak 182.332 jemaah reguler Indonesia dilaporkan telah aman berkumpul di Makkah.
Makkah (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, memimpin langsung kedatangan rombongan Amirulhaj gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) sore waktu setempat.
Kehadiran menteri bersama jajaran menteri koordinator dan tokoh ulama nasional ini menjadi instrumen penguatan pengawasan tertinggi guna memastikan seluruh kesiapan operasional logistik serta pelayanan jemaah telah rampung 100 persen menjelang fase puncak Armuzna.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pendaratan delegasi Amirulhaj ini mendarat di terminal kedatangan internasional tepat pukul 17.40 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kehadiran jajaran penanggung jawab tertinggi haji nasional ini sekaligus menghapus sisa kecemasan pihak keluarga di tanah air karena menunjukkan keseriusan penuh negara dalam mengawal keselamatan fisik 182.332 jemaah reguler yang kini telah memadati Makkah—termasuk ribuan jemaah asal Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Embarkasi Surabaya/SUB)—di bawah bayang-bayang paparan suhu panas ekstrem yang menyentuh 44 derajat Celsius.
Delegasi besar gelombang kedua ini diperkuat oleh deretan pejabat teras dan tokoh otoritas keagamaan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Mohammad Syafi’i, pengasuh ponpes KH Asep Saifuddin Chalim, Muhadjir Effendy, Heri Hermansyah, Rossa Safira, serta Ilfi Nur Diana.
Setibanya di bandara, Menhaj bersama rombongan yang disambut oleh jajaran elite Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi langsung menyisir area kedatangan guna memberikan motivasi moral bagi petugas di garda terdepan.
“Kehadiran kami di Tanah Suci adalah untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik. Pemerintah ingin memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan lancar, aman, dan nyaman, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tegas Menhaj Irfan Yusuf di hadapan jurnalis Media Center Haji.
Fokus Pemantauan Total Infrastruktur Masyair
Menhaj memaparkan bahwa agenda kerja utama Amirulhaj selama beberapa hari ke depan akan dipusatkan untuk mengaudit detail kelayakan fasilitas di kawasan Masyair sebelum pendorongan massal jemaah dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah).
Pemantauan ketat mencakup standardisasi pendingin udara (AC) tenda, ketersediaan kasur, sistem transportasi bus taraddudi, layanan klinik satelit, hingga ketepatan manajemen waktu pergerakan jemaah guna memitigasi kepadatan maktab.
“Armuzna adalah fase paling penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, seluruh aspek layanan harus dipastikan siap, mulai dari tenda, konsumsi, transportasi, hingga pengaturan pergerakan jemaah. Semua harus berjalan terukur, tertib, dan berorientasi pada keselamatan jemaah,” urai Irfan Yusuf.
Guna menghadirkan ketenangan bagi jemaah, Kemenhaj di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto juga telah menyiapkan berbagai program perlindungan mutlak, seperti revitalisasi peran pengawasan syariat oleh Musyrif Dini, imbauan pembatasan gawai saat wukuf dari Kiai Kafabihi, penerapan tiga skema mabit murur rukhsah di Muzdalifah untuk jemaah risiko tinggi (risti), hingga garansi anti-kelaparan lewat penyediaan 3.082.200 paket katering makanan siap santap (ready to eat) Nusantara.
Menhaj memberikan apresiasi mendalam atas etos kerja responsif satu komando yang ditunjukkan oleh segenap kloter petugas kebersihan, tim medis, hingga satuan perlindungan jemaah (Linjam) sejak awal operasional dari tanah air.
Petugas diminta tetap disiplin menjaga stamina tubuh dan tidak lelah melayani jemaah, khususnya kelompok lansia dan disabilitas, dengan pendekatan penuh rasa hormat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia. Tetap jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan terus berikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Pelayanan ini adalah amanah besar yang harus kita tunaikan dengan penuh tanggung jawab,” pintanya.
Setelah menyelesaikan peninjauan bandara, Menhaj dijadwalkan langsung bergerak memenuhi undangan bilateral dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi pada Rabu (20/5/2026).
Pertemuan diplomasi tingkat tinggi ini digelar untuk mematangkan koordinasi final regulasi lapangan, termasuk penguncian kuota resmi 20.000 jemaah skema tanazul (mabit hotel) serta sterilisasi jalur melontar satu arah di bangunan Jamarat lantai 3 demi menyukseskan rangkaian wukuf yang akan berlangsung khusyuk pada Selasa, 26 Mei mendatang. [ian/MCH]

as a preferred source on Google




