Ngawi (beritajatim.com) – Sebuah mobil pikap milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak jembatan di Jalan Raya Ngawi-Solo, tepatnya di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang penumpang yang berada di bak belakang kendaraan mengalami luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban diketahui bernama Kenny Lasamahu (50), warga Maluku. Usai kecelakaan, korban langsung dievakuasi ke RS At Tin Husada Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil yang mengalami kecelakaan merupakan kendaraan paling belakang dari rombongan lima unit mobil KDMP yang sedang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Kodim Malang. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tersebut mendadak oleng ke kanan sebelum menghantam jembatan.
Akibat benturan itu, posisi mobil melintang di badan jalan dan sempat tertabrak kendaraan lain yang melintas dari arah berlawanan. Hingga kini, identitas kendaraan yang menabrak mobil pikap tersebut belum diketahui karena langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Pengemudi mobil, Agus Eko Sudiwaluyon (65), warga Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengaku korban bukan merupakan penumpang resmi. Menurutnya, Kenny meminta izin menumpang di bak belakang mobil sejak berada di sebuah SPBU di Semarang karena hendak menuju Jawa Timur untuk mencari pekerjaan.
Agus mengatakan dirinya sebenarnya telah berusaha melarang korban ikut menumpang, namun permintaan tersebut terus disampaikan hingga akhirnya diizinkan.
“Saya habis makan di Semarang terus beli bensin sudah ada orang itu menumpang di bak saya. Saya sempat larang namun tidak bisa. Gak tau tadi tau-tau brok gitu aja, korban penumpang saya,” ujar Agus Eko Sudiwaluyon.
Rekan korban, Amin Sobri, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat kabar melalui sambungan telepon. Ia kemudian memastikan bahwa kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan bagian dari rombongan lima mobil KDMP yang sedang menuju Malang.
“Saya ditelpon teman saya kecelakaan dan benar mobil semua lima mau di antar ke Kodim Malang,” kata Amin Sobri.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, IPTU Agus Harianto, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut. Polisi menyebut korban langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan kendaraan yang terlibat telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
“Benar terjadi lakalantas mobil tabrak jembatan. Korban penumpang dibawa ke rumah sakit. Mobil sempat ditabrak lagi oleh kendaraan lain yang tidak diketahui identitasnya,” terang IPTU Agus Harianto.
Petugas Satlantas Polres Ngawi menduga kecelakaan dipicu karena pengemudi kehilangan konsentrasi saat mengemudikan kendaraan. Dugaan awal mengarah pada faktor kelelahan atau mengantuk sehingga mobil oleng ke kanan sebelum menghantam jembatan. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih didalami melalui proses penyelidikan.
Peristiwa ini sempat menarik perhatian pengguna jalan karena kendaraan melintang di badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional yang menghubungkan Ngawi dengan Solo. Petugas bersama warga kemudian melakukan pengaturan lalu lintas agar kemacetan tidak berlangsung lama.
Empat pengemudi mobil KDMP lainnya yang berada dalam rombongan sempat menghentikan perjalanan untuk memastikan kondisi korban di rumah sakit. Setelah proses evakuasi selesai, kendaraan yang mengalami kecelakaan dibawa ke Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi sebagai barang bukti.
Polisi juga masih berupaya mengidentifikasi kendaraan yang sempat menabrak mobil pikap usai kecelakaan pertama. Selain memeriksa pengemudi dan saksi di lokasi, petugas akan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar jalur Ngawi-Solo guna mengungkap rangkaian kejadian sekaligus memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. [fiq/ian]






