Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 18 desa dan kelurahan di kabupaten Pamekasan, ditetapkan sebagai titik Kejadian Luar Biasa (KLB) campak seiring dengan tingginya kasus campak yang semakin mengkhawatirkan.
Jumlah tersebut tersebar di 7 kecamatan berbeda di Pamekasan, meliputi Kecamatan Galis (Desa Polagan), Kadur (Pamoroh dan Bangkes), Pademawu (Dasok, Jarin, Majungan), Pengaan (Larangan Badung), Pamekasan (Bugih dan Gladak Anyar), Proppo (Batukalangan, Campor, Gro’om, Jambaringin, Panaguan, Pangbatok), serta Waru (Sumber Waru).
Penetapan status KLB karena adanya peningkatan signifikan kasus campak yang menyebar massif di berbagai desa/kelurahan di Pamekasan. “Per 2 September 2025, kami mencatat jumlah suspek sebanyak 376 kasus, 160 positif, 46 negatif dan sebanyak 6 di antaranya meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr Saifuddin, Rabu (3/9/2025).
“Kecamatan Proppo, menjadi wilayah terbanyak kasus campak dengan total sebanyak 70 kasus suspek, 40 positif, 8 negatif. Puskesmas Panaguan mencatat sebanyak 50 kasus suspek, 29 positif, 7 negatif. Termasuk dua pasien meninggal dunia, satu pasien suspek dan satu pasien positif,” ungkapnya.
Kondisi tersebut relatif mengkhawatirkan, terlebih lonjakan kasus campak justru menyebar cepat dibanding perkiraan. “Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami, khususnya dalam melakukan antisipasi sekaligus menekan penyebaran campak,” ungkapnya.
“Sebaran kasus ini tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu, tetapi merata hampir di seluruh Puskesmas di Pamekasan. Puskesmas Panaguan (Proppo) menjadi titik dengan kasus positif terbanyak hingga mencapai 29 pasien positif campak,” jelasnya.
Berdasar data Dinkes Pamekasan tentang sebaran campak, Selasa (2/9/2025). Sebaran kasus positif campak tersebar di 21 wilayah kerja Puskesmas di Pamekasan, meliputi Puskesmas Bandaran dan Tlanakan, masing-masing sebanyak 9 pasien, Puskesmas Pademawu sebanyak 10 pasien, Sopa’ah 19 pasien, Galis dan Larangan masing-masing 6 pasien.
Puskesmas Talang dan Teja masing-masing 3 pasien positif, Kowel 13 pasien, Proppo 11 pasien, Panaguan 29 pasien dan 1 pasien di antaranya meninggal dunia, Palengaan 2 pasien, Pagantenan 1 pasien, Bulangan Haji 1 pasien, Kadur 11 pasien, Pakong 2 pasien, Waru 11 kasus suspek, Tampojung Pregi 3 pasien positif, Batumarmar 11 pasien, Pasean 2 pasien positif dan satu pasien di antaranya meninggal dunia, serta Larangan Badung sebanyak 5 pasien positif.
“Dengan angka ini, total kasus suspek campak mencapai 376 orang dengan catatan 160 positif dan 46 negatif. Sisanya ada yang sembuh dan masih dirawat, beberapa puskesmas lain juga melaporkan kasus, meski dengan jumlah lebih kecil,” sambung dr Saifud.
Sebagai langkah antisipatif sekaligus menekan penyebaran campak, pihaknya memperkuat langkah pencegahan melalui imunisasi, penanganan medis cepat, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal campak.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat segera memeriksakan anaknya jika muncul gejala seperti demam tinggi, ruam kulit, batuk, pilek, atau mata merah. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas,” pungkasnya. [pin/kun]






