Kediri (beritajatim.com) – Musisi sekaligus pencipta lagu Pulung Agustanto masuk dalam nama-nama 10 besar caleg dengan perolehan suara terbanyak Pemilu 2024. Pencipta lagu ‘Rambut Putih’ untuk paslon Ganjar – Mahfud ini satu-satunya pendatang baru di level tertinggi tersebut, karena 9 caleg lainnya adalah petahana.
Data Sirekap KPU, pada Kamis (29/2/2024) pukul 16.00 WIB, caleg DPR RI Dapil VI (Kediri, Blitar dan Tulungagung) dari PDI Perjuangan itu telah mengantongi 136.473. Sementara hasil hitung internal partai, caleg nomor urut 3 yang dipastikan melenggang ke Senayan itu mengklaim jumlah perolehan suaranya jauh lebih banyak, sekitar 160.000 suara.
“Menurut perhitungan KPU belum final. Tapi kita punya perhitungan sendiri dan Alhamdulillah capaian apa yang saya sudah lakukan selama ini. Karena saya mulai kampanye itu sejak 20 Oktober 2022. Artinya, proses pasti tidak membohongi hasil,” katanya kepada beritajatim.com.
Sebenarnya, Pulung bukan pemain baru dalam kontestasi politik, dia adalah stok lama. Pria kelahiran Yogyakarta, 17 Agustus 1971 itu pernah dua kali gagal dalam Pileg tahun 2014 di DIY dan Pileg 2019 di DKI Jakarta. Artinya mental bertarung adik ipar dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung Wibowo itupun telah teruji. “Masak Hattrick Caleg gagal,” katanya sambil tertawa di kediamannya di Perumahan Kediri Family Residence.
Keinginan kuat Pulung untuk terjun kembali pada Pileg 2024 ini dilatar belakangi oleh banyak hal, salah satunya dunia seni dan budaya. Sesuai dengan pessionnya sebagai seorang musisi sekaligus pencipta lagu, pria yang sebentar lagi akan meraih gelar S2 di Universitas Indonesia (UI) ini ingin meningkatkan ekonomi kreatif melalui industri film dan musik.
“Sebenarnya dari luar pun bisa. Tetapi dengan saya sebagai anggota DPR RI, maka industri kreatif ini bakal lebih saya tingkatkan lagi,” tegas pria yang mengaku telah menciptakan 96 lagu beraliran Pop Jawa ini dan sebentar lagi akan menggenapkan 100 lagu ciptaan.
Diakui Pulung strategi kampanye dengan bernyanyi cukup jitu. Itu yang ia lakukan selama berkeliling pada 150 dari total 344 desa di Kabupaten Kediri. Suara khas serta gaya bernyanyi dari lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM pada 1997 itu membekas di hati masyarakat dan terbukti perolehan suaranya meledak hingga 80 persen di Kabupaten Kediri.
“Secara mental, secara kapasitas dan sebagainya. Mungkin, ketika saat saya turun ada yang berbeda dengan saya. Terutama masalah nyanyi itu. Yang mana, memang dengan nyanyi lagu Pop Jawa, orang lebih menyukai,” imbuh paman Bupati Kediri Hanindhito Himawan ini.

Pulung mengaku, puluhan lagunya tercipta selama masa kampanye Pileg 2024. Dia mengarang lagu, sekaligus mebuat video klip dari lagu-lagu tersebut. Dengan banyaknya karya yang dihasilkan tersebut, mungkin belum ada artis yang bisa menandinginya, mengeluarkan 100 lagu selama satu tahu beserta video klipnya.
“Di Instagram saya setiap minggu akan keluar lagu terus. Mungkin tidak ada artis yang bisa mengeluarkan lagu 100 selama setahun beserta video klipnya. Dan target saya setiap tahun 100 lagu sampai 500 lagu dalam 5 tahun ke depan. Sampai kapan saya akan menyanyi? Selama saya tetap diperbolehkan oleh bu Mega,” ujar Pulung.
“Semangat saya, sekali lagi bukan untuk mencari duit di situ. Tapi bayangan saya, kalau bisa ini ekonomi kreatif bisa menjadi pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya ngeruk tambang hilirasi. Bahwa kita punya kemampuan, tingkat ekosistemnya pemerintah juga harus membikin begini. Sederhana saja, kenapa kita tidak mencontoh Korea Selatan. Mereka tidak punya sumber daya alam, isinya hanya manusia tok. Tapi pemerintah bisa membikin, sehingga ekonomi kreatif ini bisa menghasilkan devisa. Caranya seperti Korea Selatan. Faktanya kita sudah terpapar juga dengan K-Pop. Ini salah satu sebabnya, saya akan menyanyi lagu Pop Jawa untuk menyerang Korea,” tegasnya.
Sebenarnya tidak hanya ekonomi kreatif, Pulung punya angan-angan besar dan program untuk seluruh masyarakat Dapil VI, khususnya Kabupaten Kediri. Sebagaimana hasil turun ke bawah (turba) yang sudah dilakoni sepanjang kampanye, Pulung banyak melihat kebutuhan mendasar yang harus segera dituntaskan terutama bagi petani dan buruh tani.
“Saya merasakan beberapa hal yang menjadi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kediri dan memberikan masukan ke Pemerintah Kabupaten Kediri agar kedepannya lebih bagus. Petama adalah hal paling mendasar, mungkin ada prioritas pemkab melihat bahwa soko guru itu ada dipertanian,” lanjut dia.
Gagasan pulung, saat duduk di Senayan, adalah mengusulkan penyediaan pupuk bersubsidi untuk buruh tani di Kabupaten Kediri. Pemkab Kediri bisa membeli pupuk, kemudian diatur untuk kelompok tani dan buruh tani yang tidak punya lahan pertanian. Menyediakan pupuk bersubsidi untuk mereka, seperti masyarakat yang menggarap lahan milik perhutani, yang tidak bisa memperoleh pupuk subsidi.
Prioritas kedua, imbuh Pupung, adalah memeratan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kediri. Mulai dari infrastruktur pertanian, sarana irigasi serta akses jalan. Pasalnya, saat dirinya masuk ke pelosok-pelosok, ada jalan desa yang masih berupa tanah. Kemudian perlunya infrastruktur yang terkoneksi dengan Bandara Internasional Dhoho Kediri.
“Hal lain, supaya mensinergikan dengan Bandara. Ini akan mengangkat perekonomian. Kalau tiap-tiap desa ada usaha UMKM. Karena di Kabupaten Kediri ini usahanya kuliner. Berbeda dengan Tulungagung. Harapannya, Kabupaten Kediri lebih maju lagi dengan keberadaan saya disini,” tutupnya.
Perlu diketahui, dari 10 nama-nama caleg dengan peroleh suara tertinggi sementara, Edhie Baskoro Yudhoyono memimpin secara nasional dengan total suara 253.1240. Edhie merupakan anak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan merupakan kader dari Partai Demokrat.
2. Puan Maharini yang juga anak dari Presiden Megawati Soekarnoputri dan maju lewat PDIP sebesar 187.719 suara.
3. Cucun Ahmad Syamsurijal sebanyak 168.418 suara di Dapil Jawa Barat II. Anggota DPR aktif itu diusung PKB.
4. Hillary Brigitta Lasut meraih 167.304 suara di Dapil Sulawesi Utara. Dia merupakan caleg Partai Demokrat. Dia adalah anggota DPR periode 2019–2024, tapi tak lagi menjabat sejak akhir 2023 karena pindah partai.
5. Faisol Reza dengan peroleh 163.620 suara di Dapil Jawa Timur II. Anggota DPR petahana itu merupakan caleg dari PKB.
6. Dedi Mulyadi 152.643 suara di Dapil Jawa Barat VII. Mantan Bupati Purwakarta itu merupakan caleg dari Partai Gerindra. Dia merupakan anggota DPR periode 2019-2024, tapi melepaskan jabatan tersebut pada 2023 karena pindah partai.
7. Haeny Relawati ada di posisi keenam dengan mendapatkan 146.547 suara di Dapil Jawa Timur IX. Anggota DPR petahana itu merupakan caleg Partai Golkar.
8. Sarmuji meraih sebanyak 144.555 suara di Dapil Jawa Timur VI. Anggota DPR petahana itu diusung Partai Golkar.
9. Pulung Agustanto ada di posisi kesembilan dan berhasil mengumpulkan 136.473 suara di Dapil Jawa Timur VI. Pulung adalah caleg PDIP. Dia merupakan satu-satunya caleg peraih suara terbanyak yang bukan anggota DPR periode 2019-2024.
10. Rachmad Gobel mendapatkan 128.134 di Dapil Gorontalo. Wakil Ketua DPR RI itu merupakan caleg dari Partai Nasdem. [nm/suf]






