Sampang (beritajatim.com) – Pergerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PMII) Kabupaten Sampang, melakukan demo ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) imbas banyaknya dugaan pembiaran aktivitas galian C ilegal di wilayah setempat.
Menurut mahasiswa, seharusnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menjadi leding sektor terkait kepengawasan dan bisa memberikan sikap tegas atas maraknya galian C ilegal.
“Karena imbas dari banyaknya galian C Ilegal ini, Sampang kerap dilanda bencana alam, mulai dari banjir, longsor dan lainnya,” ungkap Rofi, Ketua Cabang PMII Sampang Latifah, Selasa (21/4/2026).
Pendemo juga menegaskan, DPRD harus segera menyelesaikan terkait permasalahan tersebut dan segera menghentikan aktivitas yang sudah berjalan sejauh ini.
“Jadi kami hanya ingin Dewan bersikap tegas bagi seluruh pengusaha Ilegal itu supaya tidak berdampak terhadap Masarakat,” tegasnya
Tidak hanya itu, dalam orasinya, dia mengatakan bahwa dari puluhan galian C yang sudah berativitas, sejauh ini hanya ada beberapa yang mempunyai perizinan.
“Ada puluhan padahal di Sampang, akan tetapi cuma lima galian C yang mempunyai perizinan. Terus yang lain gimana,” ucapnya
Sementara itu, Baihaki perwakilan dari Komisi 3 menjelaskan, saat ini Dewan ada kegiatan dinas di luar kota. Namun ia berjanji terhadap masa aksi untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Tapi dalam waktu dekat ini kami akan panggil semua yang berkewajiban untuk menyelesaikan, seperti DLH dan semua yang diketahui mempunyai usaha itu sendiri,” tutupnya
Masa aksi kemudian bubar dan bergeser ke titik berikutnya setelah anggota dewan dari sejumlah fraksi menanda tangani surat yang berisikan beberapa tuntutan. [sar/suf]






