Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) meraih medali silver di ajang Worldskills Asia Abu Dhabi 2023. Dia adalah M. Sihlahul Mukmin, mahasiswa Teknik Elektro Industri PENS.
Di ajang ini, Sihlahul berhasil memperoleh medali silver pada bidang Refrigeration and Air Conditioning. Rupanya, sejak SMK Sihlahul memang sudah aktif mengikuti lomba-lomba sejenis.
“Awalnya, saat kelas 12 saya mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Juni 2021, dan menduduki peringkat 1 tingkat provinsi. Kemudian lanjut ke tingkat nasional, dan mendapat gold medal bersama 1 peserta lain dari Kendal,” katanya, ditulis Jumat (8/12/2023).
Bahkan saking fokusnya mempersiapkan LKS, ia sampai lupa untuk mengikuti tes SBMPTN. Alhasil, ia harus mengulang di tahun berikutnya.
“Jadi, saya akhirnya mencoba lagi di tahun depan, 2022 dengan mengambil pilihan yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu Teknik Elektro Industri dan Teknik Elektronika PENS,” katanya.
Sihlahul bersyukur bisa diterima kuliah dan mendapat beasiswa KIP Kuliah. Nah, di awal perkuliahan, tepatnya September 2022, ia menerima informasi jika dirinya dinyatakan lolos seleksi nasional.
Sihlahul lolos bersama 2 orang lainnya untuk mengikuti training pemantapan selama 9 bulan yang diadakan di Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja yang berlokasi di Bekasi.
Perkuliahan masih baru dimulai, sementara dirinya harus bersiap mengikuti training. Saat itu Sihlahul hanya berpikir bagaimana pun ini harus dijalani. Ada waktu sekitar sebulan sebelum ia harus berangkat training.
“PENS sangat mendukung, dengan mengupayakan pengajaran intensif baik teori dan praktek. Serasa privat, tapi saya tetap berupaya mengikuti dengan sebaik-baiknya dengan tidak menunda-nunda tugas dan kewajiban lainnya,” ungkapnya.
BACA JUGA:
PENSpray, Robot Penyemprot Pertanian Karya Dosen PENS
Syukurnya, usai training, Sihlahul dinyatakan lolos bersama 1 peserta lain untuk mewakili Indonesia pada ajang Worldskills ASEAN di Singapura di bulan Juli 2023, dan mengantongi penghargaan medali emas di kategori bidang lomba yang sama.
Sihlahul pun melaju ke kompetisi tingkat Asia di Abu Dhabi, setelah sebelumnya kembali mengikuti pelatihan dan pemantapan selama 2 bulan. Saingan terberat menurutnya yaitu peserta dari China Taipei dan Korea.
Dengan modul perlombaan sama, edisi Worldskill tahun 2022, saat itu China Taipei menduduki peringkat pertama. Sementara saingan lainnya Korea juga memiliki skill yang sangat baik.
Pada lomba kali ini peserta harus bisa merancang prototipe pendingin di air, yang nanti diimplementasikan pada arena ice skating dalam waktu 18 jam, selama 3 hari.
BACA JUGA:
PENS Pamerkan 105 Hasil Riset di PENSasi 2023
Sahlihul mengungkapkan, dirinya ingin belajar lebih banyak lagi dan mengasah skill agar selepas lulus nanti dapat menjadi pembimbing peserta kompetisi serupa dan melanjutkan studi ke hingga ke jenjang doktoral.
“Apapun cita-citanya kita semua harus berusaha sebaik-baiknya dan tetap semangat untuk meraihnya,” tutur Sihlahul. [ipl/but]






