Surabaya (beritajatim.com) – DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surabaya memberikan lima kiat sukses selama bulan suci Ramadhan. LDII Kota Surabaya menggerakkan warganya agar bisa mensukseskan program yang sudah menjadi agenda rutin tahunan selama ramadhan tersebut.
“Ramadan adalah bulan pembinaan. Kami ingin warga benar-benar memaksimalkan ibadah dan memperbaiki diri. Lima sukses itu meliputi sukses puasa, sukses shalat tarawih, sukses tadarus Al-Qur’an, sukses meraih lailatul qadar, serta sukses menunaikan zakat fitrah,” kata Wakil Ketua DPD LDII Kota Surabaya, KH Nurkholis kepada wartawan.
Pengurus MUI Kota Surabaya ini menambahkan, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum peningkatan kualitas diri, bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Dimana lima kiat sukses Ramadan ini merupakan bagian dari pembinaan spiritual sekaligus penguatan kepedulian sosial warga.
Pihaknya menyampaikan jika mulai memasuki sepuluh malam terakhir, seluruh jamaah di masjid naungan LDII diimbau mengikuti i’tikaf. Baik mulai usai shalat tarawih hingga menjelang subuh.
“Itikaf sebagai sarana muhasabah dan penguatan spiritual untuk meraih keutamaan malam lailatul qadar. Itikaf menjadi momentum evaluasi diri. Sepuluh malam terakhir harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” terangnya.
LDII Kota Surabaya juga menggelar santunan agi anak yatim. Dimana dengan makin bertambahnya penerima manfaat, penyaluran santunan diputuskan dilakukan oleh masing-masing PC dan PAC LDII se-Surabaya.
“Santunan tersebut dihimpun secara mandiri dari warga LDII sebagai wujud gotong royong internal. Dengan skema desentralisasi, kegiatan tidak terpusat di satu lokasi dan jangkauan penerima manfaat menjadi lebih luas,” tambahnya.
Pihaknya berharap dengan mengamalkan gerakan 5 Sukses Ramadan maka akant terwujud pribadi yang lebih disiplin, berakhlak, dan memiliki solidaritas sosial yang kuat.
Sedangkan untuk persiapan sholad Idulfitri, ditegaskan bahwa LDII Kota Surabaya tidak memusatkan di satu lokasi. Namun pelaksanaan salat ied ini akan dilaksanakan di masing-masing kepengurusan di wilayah PC maupun PAC masing-masing.
“Kita tidak memusatkan di satu titik, dan untuk pelaksanaan hari rayanya kami mengikuti keputusan dari pemerintah,” pungkasnya. (tok/aje)






