Surabaya (beritajatim.com) – PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) kembali menggelar ajang lari tahunan bertajuk Bank Jakarta Samator EnviRUNment 3.0 di kawasan The Samator Superblock, Surabaya. Memasuki volume ketiga yang bertepatan dengan momentum perayaan 50 tahun eksistensi Samator Group, gelaran kali ini mengusung misi yang memadukan aktivitas fisik dengan komitmen pelestarian lingkungan serta kepedulian sosial berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Imelda Mulyani Harsono menjelaskan bahwa perpindahan lokasi penyelenggaraan kembali ke The Samator Superblock didasari oleh konsep integrasi ruang hidup sehat. Jika pada edisi sebelumnya Samator mengajak masyarakat mengeksplorasi estetika cagar budaya di kawasan Kota Lama Surabaya, tahun ini perusahaan menampilkan wajah baru kantor pusat sebagai episentrum bisnis yang ramah lingkungan dan suportif terhadap gaya hidup aktif.
”Perayaan 50 tahun Samator ini menjadi momen penting. Sekarang yang ketiga, kita kembali ke The Samator Superblock yang merupakan rumah bagi Samator. Kami ingin mengundang masyarakat kembali ke kawasan yang terus kami kembangkan sebagai ruang hidup sehat dan ruang publik yang nyaman,” kata Imelda Harsono saat ditemui di lokasi acara, Minggu (19/7/2026).
Lebih lanjut, Imelda memaparkan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan ajang lari tahun ini tidak sekadar berfokus pada capaian kompetisi atau catatan waktu para pelari di garis akhir. Melalui tema besar Run with Purpose, Samator ingin menanamkan pemahaman mendalam bagi publik bahwa setiap langkah kaki yang diayunkan memiliki dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.
Salah satu implementasi konkret dari komitmen keberlanjutan tersebut ditunjukkan melalui kelanjutan proyek infrastruktur hijau di sekitar hilir koridor air Surabaya, yakni program revitalisasi Sungai Jagir.
”Kita selesaikan tahap kedua dari Jagir ini. Setelah merampungkan tahap pertama pada tahun 2025 sepanjang 200 meter, kini kita lanjutkan pembangunan tahap kedua sepanjang 575 meter, sehingga total pengerjaan penataan bantaran sungai tersebut mencapai 775 meter,” tutur Imelda.
Imelda menegaskan bahwa kawasan Jagir memegang nilai historis dan strategis yang tinggi bagi operasional korporasi. Kendati cikal bakal industri Samator berakar dari wilayah Jalan Tanggung, operasional manajemen tingkat atas kini berpusat di The Samator Superblock.
”Karena ini adalah head office kita, kantor pusat kita di sini. Lalu tepat di bagian depan juga ada proyek penataan Sungai Jagir yang sangat kami banggakan. Kami ingin memperlihatkan kepada kota dan seluruh masyarakat Jawa Timur bahwa kami sangat peduli dengan isu lingkungan. Kami ikut berpartisipasi dalam pemulihan ekosistem sungai agar masyarakat bisa menikmati keadaan sanitasi air yang jauh lebih baik,” imbuhnya.
Ia juga menggarisbawahi korelasi erat antara kualitas kebersihan wilayah urban dengan derajat kesehatan personal publik urban. Menurutnya, motivasi masyarakat untuk berolahraga dan mengadopsi pola hidup higienis sangat dipengaruhi oleh kenyamanan ruang terbuka hijau yang tersedia.
”Banyak sekali dari kita yang ingin hidup sehat, tetapi kurang menyadari kalau faktor lingkungan sekitar itu berpengaruh langsung dengan kualitas kebugaran kita. Kalau lingkungan sekitar kita bersih, asri, dan nyaman, tentu kita bisa berlari dengan lebih enak dan cepat. Suasana yang bersih membuat hati nyaman, sehingga kita bisa lebih bugar dan jauh lebih sehat,” jelas Imelda.
Dalam penyelenggaraan volume ketiga ini, manajemen AGII turut menyertakan variasi baru berupa kategori Family Run dan Plogging Run. Kehadiran kategori interaktif tersebut diproyeksikan mampu menjangkau segmen pelari pemula dari kalangan domestik keluarga, sekaligus mengedukasi massa untuk memungut sampah di sepanjang rute perlintasan lari.
”Bagi kami, sustainability bukan sekadar kampanye seremonial sesaat, melainkan bagian dari cetak biru strategi dan budaya perusahaan. Harapannya, setiap peserta pulang tidak hanya membawa medali atau pengalaman berlari, tetapi juga membawa kesadaran kolektif bahwa langkah kecil bersama dapat menciptakan perubahan besar bagi ekologi kota,” tambahnya.
Kemeriahan ajang Bank Jakarta Samator EnviRUNment 3.0 ditutup dengan penampilan panggung dari solois kenamaan tanah air, Fabio Asher. Hadir sebagai bintang tamu utama, penyanyi kelahiran tahun 1998 tersebut mengaku takjub dengan atmosfer kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh ribuan pelari Kota Pahlawan.
”Saya senang sekali bisa menjadi bagian dari gelaran ini. Biasanya saya hadir di panggung konser atau festival musik konvensional, tetapi kali ini nuansanya sangat kontras. Saya bertemu dengan ribuan orang yang berkumpul dengan satu visi yang sama, yaitu menjaga kebugaran tubuh sekaligus beraksi nyata memelihara lingkungan,” ujar Fabio usai penampilannya.
Pelantun lagu Bertahan Terluka itu mengapresiasi inovasi Samator yang mampu memformulasikan kegiatan olahraga masif dengan kampanye pelestarian alam serta suguhan hiburan kreatif dalam satu kesatuan konsep.
”Konsep acara ini menjadi contoh yang sangat baik buat teman-teman semua yang ingin memulai hidup sehat. Ini komparasi yang luar biasa dan berbeda dari ajang lari lain karena ada aksi nyata menjaga kebersihan lewat plogging. Setahu saya belum ada konsep sekreatif ini sebelumnya, jadi ini terobosan yang luar biasa banget,” akunya.
Fabio turut melayangkan kekaguman atas stamina dan determinasi tinggi para peserta yang tetap bertahan di depan panggung hiburan, meski baru saja menyelesaikan tantangan rute lari yang cukup menguras fisik.
”Kesan saya luar biasa melihat antusiasme para pelari. Bayangkan, mereka tadi habis menyelesaikan rute lari yang cukup jauh, bahkan ada yang ikut kategori 10 kilometer. Begitu masuk garis finish, mereka masih punya energi yang sangat luar biasa buat bernyanyi bersama dan ikut larut dalam karya-karya lagu saya. Semua datang membawa energi yang positif,” kenangnya sumringah.
Mengakhiri sesinya, Fabio menitipkan pesan motivasi bagi seluruh komunitas pelari regional Jawa Timur agar konsisten menjaga intensitas latihan fisik dan terus mengampanyekan gerakan bijak sampah demi keberlanjutan kota.
”Buat para runners, semangat terus latihannya. Semoga catatan waktunya terus meningkat, performanya makin menanjak, dan terhindar dari istilah pelari keong. Saya juga sangat senang melihat antusiasme anak kecil yang ikut kategori keluarga tadi. Semoga motivasi hidup sehat ini bisa berlanjut ke generasi berikutnya, dan semoga event yang diinisiasi oleh Samator ini bisa terus berlanjut ke volume keempat, kelima, keenam, dan seterusnya,” pungkas Fabio. (dan/but)






