Gresik (beritajatim.com) – Anak usaha PT Semen Indonesia (persero) Tbk (SIG), yakni PT Semen Gresik, mendukung pengembangan lingkungan dan ekonomi. Upaya itu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama sekitar operasional perusahaan.
Komitmen diwujudkan dengan melakukan pemberdayaan kepada 361 petani sanggem di enam desa sekitar operasional pabrik Rembang. Pemberdayaan melalui program Semen Gresik Sahabat Petani (SGSP) dengan memberikan fasilitas lahan milik Semen Gresik seluas 119,25 hektare untuk dikelola petani.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menuturkan, program sahabat petani membuktikan bahwa kehadiran Semen Gresik memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di sekitar Pabrik Rembang. Perusahaan juga melakukan pendampingan, memberi ilmu bagi petani untuk beralih ke pertanian modern agar hasil pertaniannya lebih maksimal.
“Kami memiliki fasilitas edupark seluas 1,6 hektar yang bisa dimanfaatkan para petani untuk belajar. Edupark ini berkonsep pertanian dan peternakan terpadu,” tuturnya, Kamis (17/02/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”semen-indonesia”]
Sigit Sri Wahyudi salah satu petani asal Desa Tegaldowo, Rembang mengatakan, saat ini kendala yang dihadapi oleh para petani adalah persoalan keterbatasan lahan yang dimiliki. Dengan adanya program ini petani merasa sangat terbantu, karena mendapat kesempatan bercocok tanam sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.
“Kami bersama 194 petani lain dari Desa Tegaldowo, Timbrangan dan Kajar tergabung dalam satu kelompok mengelola lahan di kawasan tambang tanah liat Semen Gresik seluas 36 hektar untuk ditanami jagung, padi dan ketela,” katanya.
Menurutnya selain fasilitas lahan, para petani juga mendapat bantuan bibit tanaman, pendampingan, pelatihan menanam hingga perawatan tanaman.
“Kami bersyukur dengan segala fasilitas yang diberikan perusaahaan. Hasil pertanian kami maksimal, kelompok kami baru saja melakukan panen raya, dimana setiap petani mampu memperoleh hasil hingga 2 ton jagung,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”semen-gresik”]
Sementara itu, penasehat SGSP, Achmad Achid dari Desa Timbrangan mengapresiasi adanya SGSP dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen petani sanggem. Menurutnya aktivitas bisnis PT Semen Gresik telah menciptakan multplier effect atau dampak ikutan bagi desa-desa sekitar seperti Timbrangan, Kajar, Tegaldowo, Pasucen, Kadiwono dan Ngampel (Kabupaten Blora).
‘’Dampak positifnya ada. Pengaruhnya langsung dirasakan. Semen Gresik itu membuat ekonomi dan kesejahteraan warga yang mayoritas petani itu meningkat. Indikatornya ada, salah satunya lantai rumah warga banyak yang berubah dari tanah menjadi keramik,” pungkasnya. [dny/but]






