Magetan (beritajatim.com) – Kunjungan wisata ke Telaga Sarangan, yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Magetan, dilaporkan mengalami penurunan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga pukul 12.00 WIB pada Rabu (1/1/2025), jumlah wisatawan yang berkunjung tercatat sebanyak 5.900 orang. Selama libur Nataru tahun ini, puncak kunjungan hanya mencapai 11.000 wisatawan, jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 18.000 wisatawan.
Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Magetan, Eka Radityo, penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, salah satunya adalah kondisi cuaca.
“Analisis kami menunjukkan bahwa cuaca buruk, berupa hujan dan angin yang terjadi selama sebulan terakhir, sangat memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung,” jelas Eka.
Selain itu, durasi libur yang lebih singkat juga dianggap menjadi salah satu penyebabnya. Tahun ini, libur Nataru hanya berlangsung tiga hari, yakni pada Hari Natal, Cuti Bersama Natal, dan Tahun Baru, yang semuanya jatuh di tengah minggu.
“Berbeda dengan tahun lalu yang memiliki long weekend, hal ini jelas memberikan dampak signifikan pada jumlah kunjungan wisata,” tambahnya.
Eka juga menyebut bahwa kondisi politik menjelang pesta demokrasi dapat memengaruhi minat berwisata masyarakat, meskipun dampaknya tidak terlalu besar.
Data dari berbagai objek wisata di Magetan menunjukkan tren penurunan serupa, kecuali Taman Ria Iswahjudi di Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati. Wisata ini justru mengalami lonjakan kunjungan berkat pembukaan wahana baru.
“Jumlah kunjungan ke Taman Ria Iswahjudi meningkat drastis selama libur Nataru tahun ini. Kehadiran wahana baru menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan,” terang Eka.
Untuk meningkatkan kunjungan wisata secara keseluruhan, Eka mengimbau pengelola objek wisata di Magetan untuk lebih inovatif, salah satunya dengan mengembangkan paket wisata yang terintegrasi.
“Objek wisata di Magetan belum sepenuhnya terkoneksi melalui paket wisata. Dengan adanya paket ini, kami berharap jumlah wisatawan di setiap destinasi dapat meningkat,” pungkas Eka.
Testimoni Pengunjung Telaga Sarangan di Awal Tahun 2025
Ribuan pengunjung memadati Telaga Sarangan pada awal tahun 2025. Tak hanya wisatawan lokal, ada pula wisatawan asal luar daerah. Salah satunya Vidya, wisatawan asal Surabaya. Menurutnya, Telaga Sarangan saat worth it dikunjungi saat libur awal tahun.
“Kerabat saya ada yang tinggal di Ngawi, terus pas libur ini kami diajak ke Sarangan. Tadi saya coba naik speedboat, asyik juga ternyata. 2 kali putar cuma Rp150.000, worth it sekali pokoknya,” kata Vidya, Rabu (01/01/2025).
Fariza Lindra Jaya, pengunjung yang lain mengatakan dirinya baru pertama kali datang ke Sarangan. Wisatawan asal Jember itu mengaku mampir ke Sarangan saat hendak kembali ke Jember dari Yogyakarta.
“Ini datang bersama anak istri. Pertama kali ke sini dan ramai sekali, ya kan memang musim libur ya. Ini mau coba speed boat, kayaknya asyik juga,” katanya. [fiq/ian]







89 Komentar
Saya sangat kecewa juga liburan dengn beli vocer hotel lewat traveloka,nama hotel TELAGA IIN ternyata bukan hotel,kamar seperti hadeh,tv nggak nyala,bantal kotor seperti ngak di cuci,jendela terbuka tanpa kordeng,tidak ada air panas,tembok catnya rontok,inti kotor sekali dan jelas bukan hotel,tetapi seperti ruamh biasa tidak terawat,itu klas 50,000,akhirnya saya twrlanjur beli melalui online traveloka 2 hari 409,000.saya kabur banya semalam saja sudab bau dan nyamuk banyak sekali.tolkng dinas pariwisata juga tertifkan rumah kumjh mengatasnamakan horel,cek aja timur pwrtigaan jln besar yg mau ke telaga sarangan,tidak ada papan nama.kotor sekali di sewakan hadeeh.saya punya foto dan keadaan kamar.Ingat dan peringatan kepada rwkan rekan jgn nginap di telaga sarangan.kotor
Yg pasti gk semua hotel kotor,ada juga yg bagus dan terjamin bersih dengan view yg eksotik ( hotel rejeki) pak…saya pernah stay smlm disana , air panas, tempat tidur 2 bad luas, ac dingin ,tk cable OK….
Takut digethok harga harganya. Gak ramah tukang parkir dan relawan turlalin nya dan cenderung kasar
Sudah sewajarnya sepi,harga makanan&minuman sj diluar nulur,duduk dipinggir telaga depan warung saja diusir sama petugas kebersihan,orang lagi makan malah nyapu kasar sekali tanpa permisi&tanpa menghargai pengunjung (dikira kami sampah kali ya mau sekalian disapu) padahal kan juga beli di warung itu,katanya hotel ternyata motel (buat sholat sj tdk bisa)->kamar mandinya terlalu sempit (buat jongkok saja tdk bisa,kamarnya juga susah buat nafas,tempat tidurnya rusak&(kasur,bantal,guling,seprainya bau (lembab)),pokoknya gt deh…nyesel,titik.
Mungkin lebih teliti lagi dalam memilih hotel kak,disana mmg banyak hotel lama ndak terawat tapi juga ada yg baru dan bagus.mungkin lebih update lagi kak di medsos supaya dpt penginapan yg nyaman dan pas.
Pembersih sampahnya rada siang ngambilnya dan penampungan dkt dgn tempat wisata jd agak bau…
Tiket masuk wisata telaga.. mahal minta ampun… Makanya pada malas berlibur kesana.. makanya mahal2. Suka ngentol pedagangnya.
Hadehhhhj
Pada pindah ke telaga ngebel Ponorogo, lebih asyik
Penjual makanannya ngentol banget
Saya lama tdk ke Sarangan , alasan saya macet , kita jg tdk bisa sepenuhnya menikmati keindahn telaga bagaimana mau.menikmati semua terpasang tikar penjual pingir telaga, nyaman di telaga ngebel
Telaga banyak kotoran plastik
Harga makanan TDK sesuai dengan rasa..penjual kurang ramah..telaga banyak sampah nya
maka dari itu rajin buang sampah pada tempatnya
Tahun lalu di setop mulai pertigaan rengroud, luar kota banyak yg balik kucing, mungkin kapok bila itu terjadi lagi,, bukan soal alam.. Pelajaran tahun lalu.. Seolah olah lupa ingatan yaa
Saya seneng bgt nginep di sarangan sampai 3x nginep. Di rejeki 1 sekali, rejeki 2 2x kamar vip view pegunungan best bgt. Pesan langsung ke hotel, iklan berseliweran di tiktok pokoknya cari akun resminya, cek nomor telpon di get kontak. Bersih bgt nyaman murah. Hotel2 lama kayak hotel merah saya kurang suka karna bangunan lama tangganya curam. Kalau rejeki bangunannya baru jadi lebih bersih dan tangganya landai
Banyak yg bagus dan baru kak,kalau sudah sering ke sarangan pasti tau mana yg bagus.rata rata nataru harga naik bisa 1jutaan (hotel yg bagus) ada By Nirwana,Hotel merah,Hotel Asia,Dll
Setuju udah 3 kali ke sarangan 3 kali pula nginep di hotel yg berbeda.. Tapi keadaan hampir sama.. Bau dan kotor
lu yang lol kenapa boking kamar diapk kan langsung aja kan bisa lihat dulu keadaan kamar view letak hotel wkwkwkwk lolll
Yg pasti tiket mahal
Betul
Dari dulu begitu ky.nya tdk dikelola swasta..hanya di kelola pemda plus warga yg hanya butuh duitnya tp gak tahu cara melayani wisatawan/ customer..kasus.nya sama di tw.mangu..dikelola swasta gak boleh tp dikelola warga..spt.nya object wisata tsb dgn kondisi hotel melati buruk ( maaf tuk trabsit esex2 aja parah masy..diem aja) krn BU
Loket tiket harusnya dekat pintu masuk
Kondisi sekitar telaga ramai seperti pasar malam..
Baik siang atau malam
Ekspektasi saya bisa menikmati kesejukan alam seperti saat saya kecil dulu … Sekarang sudah beda. … Yaa jaman berubah … Tapi Semoga alam tetap lestari …
Sarangan penuh warung tenda kumuh, jalan menujunya dari ngerong ke telaga banyak bagunan-bangunan baru, ada warung, kafe dan hotel shg menutup keindahan panoramanya. Apa bagusnya?? Ijinnya juga kok begitu mudah??
Satu lagi,bayar harga hotel tapi tak ada air panas,hmm.
Tiketnya coba digae online dan 10000
Kurang perawatan dan pemantauan .
Hiburan juga tidakada
Kacau balau
Oya… Wahhh info dong
Kok banyak koment yg tidak bagus ya?
Harusnya menjadi bahan untk berbenah untk menjadikan tempat wisata yg rekomended.
Sarangan kini sdh bukan yg dulu lagi, entah siapa yg salah ?
Sy ma keluarga bsr dr kakek,tgl 29 Des k sana pas hjn angin,jd sebenarnya disana krng puas Krn cuaca,utk penginapan emng km krng fhm Krn km emng cm shari pp plng lg k Jogja..dan sblm plng km mampir k air terjun Jumog.
Yg pasti gk semua hotel kotor,ada juga yg bagus dan terjamin bersih dengan view yg eksotik ( hotel rejeki) pak…saya pernah stay smlm disana , air panas, tempat tidur 2 bad luas, ac dingin ,tk cable OK….
Sy ma keluarga bsr dr kakek,tgl 29 Des k sana pas hjn angin,jd sebenarnya disana krng puas Krn cuaca,utk penginapan emng km krng fhm Krn km emng cm shari pp plng lg k Jogja..dan sblm plng km mampir k air terjun Jumog
Mahal ..tiket perkepala doubel byr, spd mtr mbil bayar,parkir masih byar telaga di pagar tdk alami😁😁😅🤣
Sarangan jorok. Tgl 22, 23 kami tidur di R** Hotel. Semurah apa pun misal tu hotel. Tetap harus mainten. Masak pintu kamar mandi rusak di biarin, ada tulisan hot-cold water. Tp cuma cold water j. Pagi jalan keliling Sarangan, habis Subuh bau nyengat sampah di beberapa titik p8nggir telaga, sampai dekat tugu telaga pun juga masih ada tumpukan sampah. Harga juga dak worth it. Harga sayuran di pasar tradisional desa kami dengan di situ juga sama. Padahal area Sarangan hingga Air Terjun Tirto Sari ful perkebunan sayur. Kirain kalo di pusatnya bisa tambah murah.
Terkadang nyantai dipinggir telaga suruh pindah karena buat jualan
Tiket mahal
Makanan disitu juga mahal2 harganya terutama depot2/ rumah mkn nya & suasana di sarangan seperti kumuh & tdk terawat tdk seperti 6 thn yg lalu, seharusmya ada dari pemerintah daerah yg ikut andil/ turun tangan biar byk wisatawan kesana/ sarangan.Sekedar info saja
Iya kak harusnya ya,sayangnya pemerintah nya yg kurang exit tol aja nggk ada.kepala sukunya kurang Edukasi atau hal lain jg nggk tau kak ya.
Betul..bayar masuk mahal mahal pasilitas 0 ..mau ke wc aja bayar lagi
Telaga Sarangan dipinggir kotor banyak plastik berserakan,tolong kepala dinas pariwisata Magetan diperhatikan kebersihanya agara wisatawan asing juga kerasan
Pinggir telaga banyak kotoran plastik tolong dibersihkan,agar wisatawan kerasan
Rasain… Rasain..
Hotel mahal hanya mau inep jam8 malam sampai pagi tarifnya 600 sampai 1 JT akhirnya gak jadi
tempat tidak tertata banyak hotel dekat telaga parkir susah.kalau agak naik hotel nya kurang terawat..sarangan harus berbenah jika tidak ya semakin lama semakin sepi
Dari dulu yg begitu2 aja kondisinya.
Tdk ada inovasinya, hotel jg jual mahal.
Pengunjung cm disuguhi naik boat keliling telaga, jg jasa naik kuda.
Tempat kuliner harganya bnyk yg tdk bersahabat.
Sarangan hanya cocok sbg tmpt ngopi2 sebentar sblm menuju Tawangmangu.
Terlalu bnyk pedagang disekitar lokasi.
Pemandangan jd gak menarik lagi.
Libur ? Cuti bersama masuk … Pemerintah haru menandai merah agar libur cuti bersama abener benerlibur
Pengalaman pertama datang ke telaga sarangan
Bau kotoran kuda,beli camilan mentah,nyampek rmh di olah ternyata ngak bisa di makan
Cukup se x aja datang ke telaga sarangan
Penginapan yang sangat amat mahal…. Satu kamar 1,2 JT mending ke batu biaya gak sebesar itu.
Libur ? Cuti bersama masuk … Pemerintah haru menandai merah agar libur cuti bersama abener benerlibur
Sarangan kudu berbenah..
Sekitar Magetan, misal telaga Ngebel Ponorogo sdh jauh berbenah, dan Sarangan sudah tertinggal.
Padahal 10 th yg lalu Ngebel belum apa2..
Beda Kepala suku kak ya begitulah
Yang jelas bukan cuaca.tapi faktor tiket kemahalan
Harga penginapannya gk sesuai dg yg di iklan kan di toktok
Menurut saya faktor yg paling berpengaruh adalah tiket masuk. Karna harga yg mencapai 20 ribu per orang cukup berat untuk wisatawan. Dari pengunjung yg bisa mencapai puluhan ribu, alangkah baiknya untuk tiket masuk diturunkan bukan malah dinaikkan. Terimakasih.
Pernah mau nginep disebelah hotel Tiara….untuk transit mau ke Tawangmangu..karena kabut.hotelnya sprei kotor..pintu kuncinya sulit buka tutup…masuk banyak kecoak…akhirnya walaupun udah bayar langsung pamit.
tiket masuknya ke mahalen….
area telaga semrawut, kelihatan kumuh ..
mending ke telaga ngebel….
Telaga ngebel HTMnya 15 ribu/orang plus parkir 5 rb. Tp kl mau parkir byr lg. Kl di waduk kalibening, byr parkir di pintu masuk, sdh bebas parkir sesuka hati di mn saja di area wisata.
2 kali ke sarangan pdhal dah beberapa tahun yg lalu. Tp tetep aja kumuh dan kaya g terawat.
Banyak yang bilang tiketnya kemahalan makanya Pada kabur ke telaga ngebel Ponorogo
Rame bgt tgl 1 kmrn aku kesana gk ada tmpt parkir. Udah byr 40rb aq pilih putar balik… Sesek bgt lihat keramaian yg full gitu
Saya sendiri orang madiun sudah males kalau di ajak ke sarangan…udah tiket mahal bayar double…kuliner mahal..suguhan wisata juga itu itu saja…mending ke telaga ngebel masih terjangkau dan murmer
Kalau tiket masuk masik wajar wajar saja menurut saya yang tidak wajar penginapan yang harganya tidak sesuai expetasi dan makanan makanan nya yang mahal masaa stroberi 1/2 kg 65 sangat gak wajar sate kelinci 20k belum sama lontong nya kopi cangkir kecil 7k ya bener aja makanya sepi
Apakah faktor harga tiket menjadi penyebabnya? Ini saya bertanya
Liburan kok ke sarangan dari namanya saja sudah kelihatan kumuh jorok becek bau sampah tk bisa nongkrong karena full orang jualan, tiket mahal parkir mahal dan TIDAK RAMAH!
tempat wisata dikelola kampung ya tau sendiri seperti apa.
Iya kak bener
Sya aja yg tinggal deket sarangan jd males mau kesana sudah tiket mahal wahana cuma itu” Saja
Pemandangan waung tenda biru…apa bagusnya???
Di telaga sarangan mau duduk nyantai di pinggir telaga gk boleh …. semua tempat duduk untuk jualan…
Telaga sarangan beda sama telaga ngebel, sarangan terlalu kumuh, ngebel terlalu alami.
Cuma ngebel aksesnya saja terlalu sempit.
Tidak bisa duduk santai pinggir telaga, semua untuk orang jualan
Nahh…. Bapak bapak…. Mohon pintar ya….. Berbenah… Apa kukut??
Masyarakat sudah pinter bapak bapak
Jangan salahin cuaca…. Cuaca ngga bisa mbales lewat comment
Ya memang wisata sambil muntah ya ke Magetan atu sarangan
Semua koment ttg Sarangan tidak ada yg positip, trus piye pemkab Magetan usahamu…?
Sarangan sdh bukan yg dulu lagi, entah siapa yg salah ?
Koment sdh terwakili
Mau sekedar ngopi saja tidak boleh harus sepaket dengan sate,…
Saya warga Magetan sj sdh bosen ga ada inovasinya ,paling kesitu pagi sekali buat olahraga dan makan pecelnya sj, tempat duduk dikuasai pedagang, memang hotel kalau sdh di taruh di online berarti kurang laku. Pariwisata kalau banyak kan pedagangnya memang ga nyaman .. . Ayoo Berbenah …
Saya sbg penikmat dan pemain wisata pun sangat tidak merekomendasikan Sarangan, kesannya kumuh, terlalu byk pedagang dan sampah
Lah..jadi ga minat mampir keSarangan dech….gara2 komenx….
Tiket e larang
Opo² ne luarang poll,, wes males rep dolan neng sarangan.
Tiketmu larang ngan sarangan wkwkwk
Tiket mahal trus harga sewa yang mahal perahu sama kuda
Tiket mahal dan pinggir telaga di penuhi tempat duduk pedagang jadi kita gk bisa segedar duduk kl gk beli makminnya
Saran, perbaiki dulu pengelolaan sampan, perbaiki dulu area pengunjung di Deket danau, biar pengunjung pas datang bisa menikmati suasana danau di pegunungan, sopan santun petugas harus lebih di tingkatkan. , hormati tamu yg berkunjung,
Demi apapun sedih banget baca komen, tapi semua komen yang kubaca memang bener juga sih semua serba mahal. Kayak sistem Bejo bejan. Bejo banget kalo dapet penjual sate yang enak + harganya ga ngentolll ( harga wajar ) . Kadang beli sate kelinci juga ada daging yang rasanya udah mau busuk, bau banget. Beberapa kali juga beli kopi2an dan kayake kurang mendidih airnya jadi bikin kembung sakit perut 😭 mau duduk diusir katanya buat jualan. Giliran yg gaada penjualnya bisa buat santai2 eh sekarang dipager 😭 plisss yg salah orangnya bukan telaganya😭 aku dulu hampir tiap hari kesana. Sekarang hampir gapernah kesana. Kesana kalo lagi pengen banget aja 😭
kapok mau ke sini lagiiii, penginapannya baru masuk udah banyak lalat, lantai licin bau juga, lingkungan penginapan juga kotor