Situbondo (beritajatim.com) – KLM Fajar Lorena dikabarkan tenggelam di tengah perairan perbatasan Sepudi dan Situbondo. Kabar tersebut sampai di Pos Pelabuhan Jangkar dan Tim SAR.
Kasatpolairud AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan Tim SAR menyebutkan kronologi kejadian sebelum kapal KLM Fajar Lorena tenggelam.
Saat itu, sekitar pukul 10.00 wib kapal berisi 61 penumpang tersebut berangkat dari pelabuhan Sepudi Madura menuju pelabuhan Kalbut, Desa Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.
Kemudian, lanjut Gede, pada pukul 12.00 WIB, KLM Fajar Lorena mengalami papan belakang bocor disebabkan dihantam ombak. Akibat kebocoran itu mengakibatkan kapal tersebut tenggelam.
“Kemudian dievakuasi oleh kapal tangker KM. Max Tango Berlian milik pertamina yang pada saat kejadian melintas diperairan Sapudi,” ungkap Gede.
Selanjutnya, kata Gede, Tim SAR Gabungan mengevakuasi para penumpang ke pelabuhan Jangkar dengan menggunakan kapal patroli KSOP Panarukan dan KLM Barokah.
“Jumlah penumpang sebanyak 61 orang. Mereka terdiri dari 51 orang dewasa dan 10 anak-anak,” terang Gede.
Selanjutnya, kata Gede, pasca dievakuasi para penumpang mendapat perawatan oleh petugas Nakes RSUD Asembagus, Puskesmas Jangkar, Asembagus, Banyuputih dan Tim Nakes Polres Situbondo.
“Ada 2 korban meninggal, 1 orang sudah dibawa keluarga ke Sepudi dan 1 orang lagi warga Tenggir sudah dibawa pihak keluarga, 1 orang rawat jalan dan 1 orang proses pencarian oleh Tim SAR,” pungkasnya. [rin/beq]






