Magetan (beritajatim.com) – KPU Kabupaten Magetan menggelar sosialisasi pemilih yang diikuti ratusan mahasiswa GMNI di wilayah Magetan pada Minggu (13/10/2024). Acara ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik dan pemilih yang lebih matang menjelang Pilkada serentak 27 November 2024.
Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide, menyatakan pentingnya peran mahasiswa dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan melawan hoaks yang berpotensi mengganggu proses demokrasi. Ia menargetkan partisipasi dalam Pilkada serentak 2024 mencapai 90%, meningkat dari 82% pada Pileg sebelumnya.
“Kami berharap dari teman-teman mahasiswa ini nanti, yang menjadi tonggak penggerak, sambung-menyambung untuk mensosialisasikan Pilkada serentak di tanggal 27 November 2024,” ujar Noviano.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa juga diberikan tips untuk memilih pemimpin berdasarkan indikator yang objektif. Gading Gamaputra, Wakil Direktur II Unesa 5 Magetan, menekankan pentingnya menggunakan berbagai faktor dalam menilai calon pemimpin, seperti pertumbuhan ekonomi, janji politik, penegakan hukum, dan hak asasi manusia.
“Jadi indikator-indikator yang memang dipakai untuk memilih pemimpin yang baik seperti itu,” jelas Gading kepada para mahasiswa.
Selain itu, Noviano juga menekankan bahwa mahasiswa harus berperan aktif dalam menangkal penyebaran berita palsu atau hoaks yang dapat mempengaruhi hasil Pilkada.
Melalui peran mahasiswa, KPU berharap dapat membangun kesadaran pemilih yang lebih kritis dan partisipatif. “Kami juga berharap teman-teman mahasiswa ini bisa menjadi pemilih yang cerdas dan bersama-sama menangkal isu hoaks,” tambah Noviano.
Melalui pendidikan politik ini, KPU berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata dalam pelaksanaan Pilkada yang lebih transparan dan akuntabel. “Semoga mahasiswa menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi terkait Pilkada serta menjadi pemilih yang cerdas,” pungkas Novian.[asg/kun]






