Sumenep (beritajatim.com) – Koordinator Badan Eksekutif Mahasisa (BEM) Sumenep, Azis Kamarullah mengingatkan mahasiswa dan masyarakat agar mewaspadai ‘black campaign’ atau kampanye hitam menjelang Pemilu 2024 utamanya via medsos.
“Masa-masa kampanye seperti sekarang ini memang rawan. Harus hati-hati terhadap kampanye yang mendiskreditkan calon tertentu, baik legislatif maupun capres/ cawapres,” katanya, Minggu (14/01/2024).
Menurutnya, sebagai mahasiswa dan masyarakat yang cerdas, sebaiknya menghindari kampanye hitam, terutama melalui media sosial. “Saat ini perkembangan media sosial sangat luar biasa. Ini tidak jarang dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab, untuk menyebar kampanye hitam,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, ‘black campaign’ melalui media sosial biasanya akan menggiring pada isu-isu yang tidak sesuai dengan fakta atau hoax.
“Yang seperti ini yang harus diwaspadai. Dengan perkembangan media sosial sekarang ini, munculnya ‘black campaign’ dalam pemilu memang tidak bisa dihindari. Justru itulah kita harus berpikir cerdas dan tidak mudah terprovokasi dengan segala bentuk kampanye hitam,” tandasnya.
Ia meyakini, ‘black campaign’ akan menimbulkan dampak negatif terhadap pesta demokrasi di tahun 2024 karena berisi fitnah atau isu-isu negatif yang rawan menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Berpolitik itu harusnya mengedepankan cara-cara yang baik dan benar. Bukan justru berkampanye yang provokatif yang menyebabkan perpecahan. Kita harus mengedepankan politik yang membangun, yang mengedepankan gagasan dan solusi bukan kampanye hitam,” tukasnya.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjalankan politik yang beretika, santun dan tetap menganut sistem yang baik. “Berpolitik itu juga berarti memperjuangkan kehidupan masyarakat agar lebih baik,” pungkasnya. [tem/aje]






