Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember menargetkan perolehan 65 medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, 25 Juni – 3 Juli 2022. Bupati Hendy Siswanto tidak puas dengan target itu.
Capaian 65 emas itu ditargetkan berasal dari 36 cabang olahraga yang diikuti kontingen Kabupaten Jember. “Memang kami berusaha memaksimalkan semuanya. Apalagi kami tuan rumah. Bagaimana yang kemarin saat Porprov VI dapat medali perak bisa jadi emas, yang kemarin belum apa-apa, dapat peluang medali. Tapi insya Allah dengan semangat luar biasa, tidak ada yang tidak mungkin,” kata Ketua KONI Jember Sutikno.
Sutikno ingin agar mitos bahwa empat besar porprov hanya dikuasai kota besar tertentu bisa dipecahkan di Jember. “Itu harapan kita semua,” katanya.
Jember adalah tuan rumah Porprov VII bersama Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Itulah yang membuat Bupati Hendy lebih percaya diri. “Saat ini saatnya menunjukkan jati diri kita. Disampaikan targetnya sekian sekian, kalau saya lihat semuanya, target itu kurang,” katanya, saat melepas kontingen Jember, di Hotel Luminor, Senin (13/6/2022) malam.
Menjadi tuan rumah adalah nilai tambah tersendiri bagi Jember. “Mainnya di Jember. Saya akan gerakkan semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Kalau tidak datang meramaikan acara ini, urusannya panjang sama bupati Jember. Saya akan buktikan. Saya akan gerakkan semua,” kata Hendy.
Hendy meminta OPD-OPD yang menjadi ‘bapak asuh’ kontingen masing-masing cabang olahraga agar mengerahkan para aparatur sipil negara untuk mendukung atlet Jember yang bertanding di Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. “Bawa pasukannya, sewa bus, bagaimana caranya saya tidak tahu. Pokoknya ada orang di sana. Saya akan cek,” katanya.
“Kalau tidak ada (dukungan) itu, berarti itu bagian dari evaluasi OPD masing-masing. Nanti ketua cabor laporkan saya, bapak asuhnya tidak genah (tidak beres). Sebaliknya juga, bapak asuh kalau lihat cabor tak genah, laporkan tak genah,” kata Hendy.
“Kita kemarin dua tahun pandemi Covid. Tidak ada cabor yang berlatih. Sama-sama dari nol. Kena Covid. Kita punya tagline tiga: kita harus sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi. Saiki wes wayahe. Gusti Allah memberikan kesempatan kepada Jember untuk menunjukkan eksistensi,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”koni-jember”]
Hendy menegaskan, Porprov VII adalah salah satu sarana untuk bangkit. “Salah satu kebangkitan kita wujudkan dengan prestasi atlet. Prestasi atlet bisa lebih besar, karena semua (daerah) tidak latihan, sama-sama tidur. Anda semua jagoan, ketemu orang yang tidak pernah latihan. Siapapun yang tidak pernah latihan, akan kembali ke nol normal semua,” katanya.
“Regulasi tidak memperbolehkan kumpul-kumpul selama dua tahun. Bahaya. Covid. Sekarang start kita lebih awal, kenapa harus mundur. Target (capaian) lebih dari 50 persen medali yang ada. Saya yakin wushu, karate yang biasanya tidak dapat, bakal dapat sekarang. Wajib,” kata Hendy. [wir/ted]






