Ponorogo (beritajatim.com) – Kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, ikut menggema hingga Ponorogo. Daerah berjuluk Bumi Reog ini memang memiliki banyak warganya yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Kekhawatiran pun muncul, apakah ada di antara mereka yang terdampak insiden besar tersebut.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto, mengaku pihaknya langsung mencari informasi resmi begitu kabar kebakaran itu ramai dibicarakan di media sosial.
“Di media sosial (medsos) ramai kejadian kebakaran hebat di Hongkong. Kita dengar kabar ada warga Ponorogo di sana yang terdampak, maka kita cari tahu kejelasannya,” kata Ribut, Jumat (28/11/2025).
Sejak pagi, Ribut telah berkomunikasi dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, khususnya bagian konsulat perlindungan PMI. Namun, hingga kini pihak KJRI belum bisa memastikan data lengkap soal korban atau PMI asal Ponorogo yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Pagi ini saya mendapatkan kontak dari salah satu komunitas binaan saya, yakni Sahabat Migran Indonesia, kontak Bu Tantri yang merupakan salah satu yang bekerja di konsulat perlindungan PMI di KJRI Hingkong. Barusan saya telepon,” katanya.
Menurut Ribut, pihak KJRI juga meminta daftar nama PMI asal Ponorogo yang saat ini sulit dihubungi keluarga mereka di tanah air. Hal itu diperlukan untuk proses pengecekan di lapangan oleh petugas konsuler.
Selain menggali informasi dari KJRI, Ribut juga menghubungi jaringan komunitas PMI di Hong Kong untuk memastikan apakah ada pekerja asal Ponorogo yang menjadi korban. Dari hasil penelusuran awal, ia menemukan satu nama yang disebut-sebut terdampak. Meski begitu, kebenaran informasi tersebut masih harus diverifikasi lebih lanjut.
“Bu Tantri juga meminta data, barang kali keluarga di Ponorogo ada anggotanya yang bekerja di Hongkong, akhir-akhir ini tidak bisa dihunungi. Dari sumber lain, saya menemukan satu nama yang jadi korban, namun masih saya kroscek jadi belum bisa saya share,” pungkasnya.
Kebakaran di Wang Fuk Court sendiri dilaporkan berlangsung lebih dari 24 jam sebelum berhasil dipadamkan. Otoritas Hong Kong saat ini masih melakukan pendataan korban serta penyebab kebakaran. Komisi D DPRD Ponorogo menegaskan akan terus memantau perkembangan dan melakukan koordinasi dengan KJRI untuk memastikan keselamatan PMI asal Ponorogo. [end/aje]






