Kediri (beritajatim.com) – Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 sekaligus bulan bahasa, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Kediri menggelar kegiaran lomba baca puisi. Lomba berlangsung di Aula Kantor KNPI setempat.
Ketua Pelaksana Kegiatan Basuki mengatakan, lomba baca puisi ini menghadirkan 3 dewan juri yakni Dr. Subardi Agan selaku Dosen di UNP Kediri, Jauhar selaku seniman dari all size Art Community, dan Mujiono Mamuria selaku Bendahara KNPI Kota Kediri. Tema yang diangkat adalah ‘Semangat sumpah pemuda melalui puisi untuk Kota Kediri’.
“Total peserta yang telah mendaftarkan diri sebanyak 55 orang, setelah melalui proses seleksi cukup ketat hingga diperoleh 20 orang untuk tampil dihadapan dewan juri secara langsung,” kata Ketua pelaksana, Basuki.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sumpah-pemuda”]
Menurutnya, melalui lomba puisi merepresentasikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan ditunjukan keberagaman bahasa di setiap daerah. Dalam penilaian panitia menyerahkan semua keputusan kepada ketiga dewan juri yang akan mempertimbangkan sejumlah aspek penilaian.
“Aspek penilaian diantaranya mulai dari mimik wajah, ekspresi, penilaian puisi dan suara. Mengingat karya yang ditampilkan merupakan karya orisinil dari peserta,” terang Basuki.
Lebih lanjut Basuki menambahkan, dengan adanya lomba puisi ia berharap kepada pemuda di Kota Kediri khususnya peserta bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya dalam bidang karya seni, sekaligus bisa meminimalisir terjadinya penyimpangan sosial yang marak terjadi khususnya pada generasi muda.
Untuk juara pertama lomba puisi selain memperoleh hadiah, pihaknya juga akan mengajak berdiskusi di kegiatan channel YouTube KNPI Kota Kediri. “Sang juara pertama akan kami ajak berdiskusi di podcast KNPI talk,” ungkapnya.

Adanya kubu-kubu antar wilayah maupun provinsi dapat diselesaikan dengan cara musyawarah yang baik direpresentasikan oleh Jong Java, Jong Sumatra (Pemuda Sumatra), Pemuda Indonesia Sekar Rukun, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.
“Sumpah Pemuda merupakan bentuk perhatian kaum pemuda terhadap kemerdekaan Indonesia atas adanya penjajahan. Berlandaskan perjuangan dan kepentingan bersama para pemuda ketika itu bersatu dan berkomitmen hingga dapat kita nikmati hasilnya hingga saat ini,” paparnya.
Aktivis yang akrab disapa Bung Jhon menuturkan, maka makna sumpah pemuda kali ini adalah spirit persatuan, kekeluargaan dan silaturahim sesuai tema nasional yakni bersatu bangun bangsa.
Terlebih semenjak adanya pandemi covid-19 juga berdampak terhadap aktivitas pemuda. Menyikapi hal tersebut maka perlunya membangkitkan semangat yang sempat hilang untuk berbenah ke arah yang semakin baik.

Lebih lanjut Mujiono mengatakan, menyikapi isu sosial perihal perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur, serta berbagai kepentingan. Maka perlu berfikir secara dewasa oleh setiap pihak, khususnya pemuda sebagai generasi penerus bangsa. “Peran pemuda telah tercatat dengan tinta emas sepanjang masa,” tegasnya.
Terakhir Bung Jhon menambahkan, momen sumpah pemuda 2022 adalah titik kembalinya semangat para pemuda untuk bergerak dari zona nyamanya. Sehingga perubahan ke arah yang lebih baik akan tercapai bila dilakukan secara bersama sama.
“Bila ditarik dengan tema sumpah pemuda bersatu bangun bangsa. Maka pemuda pemudi Kediri menyatukan diri, bila di KNPI ada organisasi kepemudaan (OKP). Maka pengurus yang ada mari berjabat tangan untuk melejitkan potensi para pemuda dalam membangun Kota Kediri ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. [nm/suf]






