Surabaya (beritajatim)- Banyak wanita merasa kaget saat dokter menemukan adanya kista di rahim atau indung telur, padahal sebelumnya tidak merasakan keluhan apa pun. Kista ovarium memang sering berkembang tanpa gejala yang jelas, sehingga kerap disebut sebagai “tamu tak terlihat”.
Tidak jarang, kista baru diketahui saat seseorang melakukan pemeriksaan rutin atau USG untuk keperluan lain.
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam atau di permukaan indung telur (ovarium). Sebagian besar kista ini bersifat jinak dan tidak berbahaya, bahkan bisa menjadi bagian dari proses alami siklus menstruasi. Namun karena sering tidak menimbulkan gejala, penting bagi wanita untuk lebih peka terhadap perubahan kecil pada tubuhnya.
Dilansir dari NHS, salah satu tanda yang sering tidak disadari adalah perut terasa kembung atau seperti penuh. Kadang, seseorang juga merasa cepat kenyang meskipun hanya makan sedikit. Gejala ini sering dianggap masalah pencernaan biasa, padahal bisa saja disebabkan oleh kista yang mulai membesar dan menekan area panggul.
Selain itu, perubahan pada kebiasaan buang air kecil juga perlu diperhatikan. Kista yang membesar dapat menekan kandung kemih, sehingga membuat seseorang lebih sering ingin buang air kecil atau tiba-tiba merasa sangat mendesak. Jika pola ini terjadi tanpa sebab yang jelas, sebaiknya anda mulai waspada.
Nyeri di area panggul juga bisa menjadi tanda penting. Rasa sakitnya bisa berupa pegal ringan hingga nyeri tajam yang datang tiba-tiba. Beberapa wanita juga mengalami nyeri saat berhubungan seksual atau nyeri yang menjalar ke punggung bawah. Gangguan pada siklus menstruasi, seperti haid tidak teratur atau darah yang keluar lebih banyak dari biasanya, juga dapat menjadi tanda adanya kista.
Kondisi bisa menjadi serius jika kista pecah atau menyebabkan indung telur terpuntir (torsi). Jika ini terjadi, biasanya muncul nyeri panggul hebat secara mendadak, disertai mual, muntah, bahkan pusing atau hampir pingsan. Gejala seperti ini membutuhkan penanganan medis segera tanpa ditunda.
Ada beberapa jenis kista, tetapi yang paling umum adalah kista fungsional yang muncul akibat proses siklus menstruasi. Ada juga kista dermoid dan kista endometriosis yang sering disebut “kista cokelat”. Meski terdengar menakutkan, sebagian besar kista fungsional dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan tanpa pengobatan khusus.
Dokter biasanya akan menyarankan metode “pantau dan tunggu” untuk kista yang kecil dan tidak berbahaya. Pasien akan diminta melakukan USG secara berkala untuk melihat apakah kista mengecil atau menghilang. Operasi biasanya baru dilakukan jika kista membesar, dan menimbulkan nyeri berat, atau dicurigai berbahaya. [Wakhdah Alisa Berliana]






