Malang (beritajatim.com) – Turnamen pramusim kerap menjadi ujian krusial bagi klub-klub besar untuk mematangkan taktik dan komposisi skuad sebelum bergulirnya kompetisi resmi.
Namun, tekanan tinggi dari suporter kerap membuat manajemen mengambil keputusan instan jika hasil di lapangan belum memuaskan.
Menanggapi dinamika tersebut, manajemen tim berjuluk Singo Edan memilih pasang badan dan memberikan fleksibilitas penuh bagi jajaran pelatih.
CEO Arema FC, Iwan Budianto (IB), meminta pelatih Marcos Santos dan para pemain untuk menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai ajang evaluasi. Bahkan, ia siap menggelontorkan dana belanja jika tim masih membutuhkan tambahan amunisi baru.
Pria yang akrab disapa IB ini mengingatkan skema perombakan skuad seusai pramusim pernah sukses dilakukan pada musim sebelumnya.
Hasil analisis di turnamen pramusim dijadikan pijakan utama untuk menutupi celah kelemahan dalam struktur permainan tim.
“Kalau melihat musim lalu, setelah Piala Presiden kita melakukan evaluasi lalu merekrut pemain Betinho ya. Artinya, pre-season memang dibuat untuk melihat apakah masih perlu mengubah struktur tim atau ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi,” kata IB pada Senin (27/7/2026).
IB memagari posisi Marcos Santos dan memastikan tidak akan melakukan pemecatan meski hasil Singo Edan di Piala Presiden 2026 kurang memuaskan.
“Evaluasi pasti ada, tetapi terhadap keseluruhan, bukan kepada person. Tidak secepat itu. Masa hanya gara-gara turnamen pramusim langsung mengevaluasi, apalagi sampai memberhentikan pelatih,” tegasnya.
Manajemen memahami bahwa minimnya waktu persiapan menjadi kendala utama dalam membangun chemistry antar peserta di lapangan.
Sebagian besar pemain lokal baru berkumpul dua pekan sebelum kick-off, sementara sejumlah legiun asing baru mendarat sekitar sepekan jelang laga dimulai.
“Tim ini baru berkumpul sekitar dua minggu. Ada pemain lokal yang lebih dulu bergabung, tetapi beberapa pemain asing bahkan baru datang sekitar seminggu lalu. Lalu mereka langsung dimainkan sebagai sebuah tim dan kemudian langsung di-judge. Tentu itu tidak adil,” tutur IB.
Kendati demikian, IB mengapresiasi kesempatan berharga menjajal kekuatan tim-tim berkualitas papan atas selama pramusim.
“Jangan lupa, lawan kita juara tiga kali berturut-turut kompetisi. Bermain di kandang sendiri, di depan pendukungnya sendiri, bukan hal yang mudah. Jadi mari kita lebih sabar menunggu racikan pelatih. Saya yakin seiring waktu tim ini akan semakin baik,” pungkasnya. [luc/ian]






