Surabaya (beritajatim.com) – Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga Dusun Sumbertumpuk, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menghadirkan cara unik untuk merayakan momen bersejarah tersebut.
Mereka menyulap ruas jalan desa menjadi Kampung Jamur Ubur-Ubur, sebuah kawasan penuh instalasi lampion, lampu berbentuk jamur, dan hiasan ubur-ubur bercahaya yang sukses menarik perhatian masyarakat.
Kampung tematik ini bukan sekadar dekorasi perayaan Agustusan. Di balik gemerlap lampu warna-warni, tersimpan semangat gotong royong warga yang ingin menjadikan desanya sebagai destinasi wisata kreatif sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui pelibatan pelaku UMKM.
Sepanjang jalan Dusun Sumbertumpuk, pengunjung akan disambut deretan lampion yang menggantung rapi berpadu dengan ornamen jamur dan ubur-ubur bercahaya. Saat malam tiba, suasana desa berubah menjadi lebih hidup dan estetik, menciptakan latar sempurna bagi para pemburu foto maupun konten media sosial.
Berbagai sudut jalan sengaja ditata agar menjadi spot foto yang menarik. Tidak heran jika banyak keluarga, pasangan, hingga komunitas fotografi mulai melirik Kampung Jamur Ubur-Ubur sebagai destinasi wisata malam alternatif di Pasuruan.
Tak hanya menawarkan panorama cahaya yang memikat, warga juga menghadirkan Sumbertumpuk Fest 2026 yang digagas oleh para pemuda Karang Taruna setempat. Festival ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan beragam produk unggulan setempat.
Puluhan pelaku UMKM ikut meramaikan kegiatan tersebut dengan menghadirkan aneka kuliner khas, produk fesyen, hingga kerajinan tangan hasil karya warga.
Kehadiran festival ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Desa Gununggangsir kepada wisatawan.
Menariknya lagi, seluruh rangkaian acara dapat dinikmati secara gratis. Masyarakat hanya perlu datang ke sepanjang Jalan Dusun Sumbertumpuk, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, untuk menikmati suasana meriah tersebut.
Sejumlah warganet memuji kekompakan masyarakat dalam menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi.
Salah satu akun, @niswatul_chasanah15, mengaku pernah berkunjung pada tahun sebelumnya dan melihat perkembangan yang semakin menarik.
“Tahun kemarin saya berkunjung ke sana dan keren sekali, tahun ini makin keren dan jos jis,” tulisnya dalam unggahan akun @kartar_budiutomo07.
Sementara itu, akun @andin_tatto turut memberikan apresiasi terhadap konsep festival yang dinilai tetap mampu menghidupkan UMKM tanpa mengganggu kenyamanan warga.
“Jos jis iki!! Kreatif, kompak, dan tetap iso menghidupkan UMKM tapi tidak mengganggu warga sekitar dengan sound horeg,” komentarnya. (fyi/ted)






