Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan beruntun beruntun yang dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman truk tronton bermuatan gulungan kertas berplat nomor DK 8019 DG terjadi di jalur raya utama pada Senin (27/7).
Truk naas yang melaju kencang dari arah Malang menuju Surabaya tersebut hilang kendali hingga menyapu bersih sejumlah kendaraan dan bangunan di sepanjang pinggir jalan.
Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 05.50 WIB saat jam padat warga berangkat kerja ini diawali dengan runtutan benturan keras. Usai menabrak 6 kendaraan di depannya, armada tronton tersebut terus melaju liar sejauh 100 meter hingga akhirnya berhenti setelah menghantam 6 rumah warga setempat.
“Tadi pagi sebelum jam 06.00 WIB saat itu jalanan sedang ramai banyak orang mau berangkat bekerja. Saya posisi sedang di depan rumah mau membuka bengkel, lalu tiba-tiba truk menabrak rumah saya dan tetangga,” ujar salah satu pemilik rumah korban kecelakaan, Hakim.
Hantaman keras kendaraan berbobot besar itu seketika merusak bagian depan dan teras permukiman warga yang berada tepat di tepi jalan raya Gempol. Suara dentuman yang sangat nyaring sempat membuat para penghuni rumah dan warga sekitar panik berhamburan keluar.
“Saya waktu itu sedang keluar belanja untuk kebutuhan toko sedangkan istri sedang memasak di dapur. Tidak tahunya teras tiga rumah saya langsung ditabrak truk tronton dan sampai saat ini muatan beserta truknya masih berada di teras rumah,” jelas korban pemilik rumah lainnya, Ahmad, membeberkan kondisi saat insiden terjadi.
Dampak kerusakan fisik bangunan serta kendaraan akibat benturan sejauh 100 meter tersebut tergolong cukup parah di sepanjang area kejadian.
Jajaran Satlantas Polres Pasuruan bersama tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan pengamanan serta pertolongan darurat.
Hingga saat ini petugas gabungan dari Satlantas dibantu warga masih berupaya keras melakukan evakuasi truk serta menyelamatkan sang sopir yang masih terjepit di dalam kabin.
Sementara untuk mengurai kemacetan akibat proses evakuasi ini, lalu lintas mulai terurai dengan skema contraflow yang diterapkan petugas.
Proses evakuasi pengemudi yang terhimpit kabin tronton bermuatan gulungan kertas itu sempat menghadapi kendala teknis akibat jepitan material bangunan dan bodi kendaraan.
Petugas kepolisian terus mengimbau pengguna jalan yang melintas di jalur Malang–Surabaya wilayah Gempol Pasuruan untuk tetap waspada dan mematuhi rekayasa contraflow. (ada/ian)






