Surabaya (beritajatim.com) – Wismilak merupakan salah satu perusahaan rokok di Indonesia yang berpusat di Surabaya. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1994 ini memiliki kiprah dalam dunia olahraga, yaitu tenis.
Wismilak mendukung penuh turnamen tenis skala internasional yang diselenggarakan di Indonesia.
Turnamen yang bertajuk Wismilak International ini sering menjadi panggung bagi para petenis ternama di dunia sebagai pemanasan sebelum menghadapi kompetisi yang lebih bergengsi.
Ada sejumlah atlet yang muncul dalam turnamen tersebut, seperti Elena Dementieva, Svetlana Kuznetsova, dan Lindsay Davenport. Mereka pernah meraih gelar juara dalam turnamen ini.
Selain itu, petenis unggulan Indonesia, Angelique Widjaja atau yang akrab disapa Angie, juga pernah menciptakan kejutan dengan menjadi juara pada tahun 2001.
BACA JUGA: Disita Polisi, Ini Sejarah dan Transformasi Gedung Grha Wismilak di Surabaya
Dikutip dari tirto.id, sebelum Wismilak International digelar, Angie sedang naik daun berkat kemenangannya sebagai juara Wimbledon Junior setelah mengalahkan Dinara Safina dalam pertarungan tiga set: 6-4, 0-6, 7-5.
Meski demikian, karena peringkat WTA-nya belum masuk 20 besar, Angie tidak dapat berpartisipasi dalam Wismilak International yang waktu itu digelar di Nusa Dua, Bali.
Untungnya, pada usia 16 tahun, dia mendapatkan wild card dan berhasil menjadi juara. Wild card merupakan fasilitas istimewa yang diberikan kepada petenis untuk mengikuti suatu turnamen. Biasanya, wild card diberikan kepada petenis junior untuk mengumpulkan pengalaman atau kepada petenis tuan rumah.
Federasi Tenis Internasional (ITF), sebagai badan pengatur tenis dunia, tidak campur tangan dalam pemberian wild card. Keputusan sepenuhnya ada di tangan panitia penyelenggara.
Dalam rangkaian Wismilak International, Angie mendapatkan wild card pada tahun 2001, 2004, dan 2006. Wynne Prakusya juga pernah mendapatkannya pada tahun 2005.
BACA JUGA: Polisi Resmi Sita Gedung Wismilak Jalan Raya Darmo Surabaya
Namun sayangnya, kesempatan bagi para atlet tenis Indonesia untuk mendapatkan pengalaman dari kompetisi internasional terhenti setelah Wismilak tidak lagi menjadi sponsor turnamen sejak tahun 2007.
Mulai tahun 2012, dengan dukungan dari Commonwealth Bank, salah satu bank terkemuka di Australia, turnamen ini pindah lokasi ke Sofia, Bulgaria. Fasilitas wild card tidak lagi tersedia, dan hingga saat ini Indonesia menghadapi kesulitan dalam melahirkan petenis-petenis unggul.
Dilansir dari situs Komunitas Kretek, meski tak diketahui alasan Wismilak tak menjadi sponsor lagi, namun semakin ketatnya regulasi terkait rokok di Indonesia bisa jadi penyebab mundurnya Wismilak dari dunia tenis Indonesia.
Diketahui, pada masa itu, regulasi yang mengatur larangan perusahaan rokok untuk menjadi sponsor bagi turnamen olahraga mulai dibahas. Tidak hanya tenis, tetapi juga merembet di cabang lainnya, seperti Sepak Bola yang kehilangan sponsor rokok. (nap)






