Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Madini Farouq menyempatkan waktu untuk mendoakan sosok calon bupati Jember, Jawa Timur, di hadapan ka’bah saat berumrah ke Tanah Suci.
“Saya doakan dari Mekkah, semoga Jember diberi bupati terbaik untuk masyarakat. Yang bisa membawa Jember menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih bermanfaat bagi umat,” kata Madini kepada Beritajatim.com via pesan WhatsApp, Rabu (10/4/2024).
Madini menyebutkan sejumlah kriteria pemimpin ideal bagi Jember. “Dia harus mau merangkul semua potensi dan kekuatan. Tidak cenderung berjalan sendiri, tidak mau bersinergi, dan mau melakukan kerja sama dengan kekuatan yang lain,” katanya.
Pemimpin yang baik, menurut Madini, tidak boleh merasa bisa memperbaiki dan membangun Jember seorang diri. “Kedua, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Artinya, ojo dadi kacang sing lali karo kulite. Jangan lupakan sejarah mereka yang dulu pernah bersama berjuang. Jangan pernah ada kata ‘meninggalkan teman seperjuangan’,” katanya.
Madini berangkat ke Mekah pada Minggu (31/3/2024). Ia menjalani hari terakhir Ramadan sekaligus merayakan Idulfitri di sana. “Rabu (10/4/2024) jam dua dini hari waktu setempat, saya melaksanakan tawaf sunnah dan salat malam sembari menunggu waktu subuh, karena malam Idulfitri adalah malam yang mustajabah,” katanya.
Perbedaan Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan Mekkah kurang lebih empat jam. “Ini lebaran yang berkesan, karena kami merasakan salat Idulfitri di Masjidil Haram. Kalau biasanya kami salat Iduladha di sini ketika haji, sekarang salat Idulfitri. Sangat indah, terutama kami bisa mengamini doa-doa imam Masjid Haram saat salat witir pada sepuluh hari terakhir Ramadan,” kata Madini.
Madini mengajak masyarakat untuk menjadikan lebaran sebagai momentum saling bermaafan, setelah pemilihan umum. “Saling bersilaturahim, merajut kembali tali silaturahim yang kemarin mungkin sempat terkoyak karena perbedaan pilihan pada saat pilpres dan pemilu legisklatif,” katanya. [wir]






