Kediri (beritajatim.com) – Kepala Bulog Subdrive Kediri, Heri Sulistyo angkat bicara terkait harga komoditas beras yang meroket. Harga beras di wilayah kerja Bulog Kediri terpantau relatif tinggi dan cenderung melebihi harga eceran tertinggi atau HET.
Meski begitu, Heri memastikan, harga beras akan kembali stabil, setelah memasuki bulan Maret yang diikuti dengan masa panen raya tiba. Untuk diketahui, harga eceran tertinggi atau HET beras, yakni sebesar Rp9.450 per kilogram.
Heri menyebut, jika kenaikan harga tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya belum memasuki masa panen raya dan dipicu oleh faktor gagal panen oleh para petani pada tahun sebelumnya yang diakibat oleh faktor cuaca maupun bencana alam. “Memang belum memasuki panen raya dan ada sejumlah kasus gagal panen yang dialami oleh petani,” kata Heri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
Meski demikian, Heri memastikan, jika harga beras akan segera stabil, seiring dalam waktu dekat, para petani akan melangsungkan masa panen raya yang akan dimulai pada bulan Maret – April 2023.
Sembari menunggu masa panen raya tiba, Heri mengaku gencar melakukan operasi pasar bersama dengan pemerintah daerah sebagai upaya menjaga kestabilan harga terutama beras.
Dalam operasi pasar tersebut, pihaknya mengakui, telah menggelontorkan beras sebanyak 16 ton.
Diketahui, untuk harga beras di operasi pasar itu, masyarakat bisa membelinya dengan harga Rp 44.000 per 5 kilogram, dengan syarat merupakan warga ber-KTP Kota Kediri dan satu warga/KTP hanya diperbolehkan membeli maksimal dua bungkus beras. [nm/kun]






