Ponorogo (beritajatim.com) – Musim kemarau yang panjang pada tahun ini membawa dampak yang mengejutkan. Yakni munculnya komplek makam leluhur di dasar Waduk Bendo. Makam leluhur yang muncul ini, terletak di Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo.
Sebelumnya, area makam leluhur ini terendam oleh air Waduk Bendo. Namun, seiringnya berjalannya waktu, makam ini muncul lagi. Fenomena ini, diakibatkan oleh surutnya air di Waduk Bendo, bahkan kondisi dasarnya waduk pun kelihatan ratusan batu nisan di area makam tersebut.
“Karena musim kemarau, akhirnya air di Waduk Bendo menyusut. Akibatnya, makam-makam itu muncul lagi,” kata salah satu warga Desa Ngadirojo, Sukamto, ditulis Minggu (1/10/2023).
Meskipun makam-makam tersebut pernah terendam, namun menurut penglihatan Sukamto, makam tetap terlihat utuh. Termasuk untuk batu nisan dan rumah-rumahan di atas makam ada yang terlihat masih tegak berdiri. Namun, juga ada yang roboh.
Dia menyebutkan bahwa air waduk mulai mengalami surut sejak 2-3 bulan yang lalu. Tentu hal itu dikarenakan adanya musim kemarau yang cukup panjang. “Air waduk mulai surut sudah sejak 3 bulan yang lalu,” katanya.
BACA JUGA:
Presiden Jokowi Besok ke Ponorogo, Resmikan Waduk Bendo
Sebelum area makam leluhur itu tergenangi oleh air Waduk Bendo, warga telah memindahkan ke area makam yang baru melalui ritual atau prosesi khusus. Sehingga meski makam-makam lama ini muncul, namun warga melakukan ziarah ke komplek makam yang baru. Hal ini dipercayai sebagai tindakan penghormatan kepada leluhur mereka yang telah dipindahkan secara ritual.
“Sebelum tergenangi, warga sudah memindahkan ke makam yang baru lewat ritual atau prosesi khusus. Makam baru berjarak sekitar 1 kilometer dari makam yang terendam itu,” pungkas Choirul Hadi, warga Desa Ngadirojo lainnya. [end/suf]






