Lumajang (beritajatim.com) – Capaian program bursa kerja atau job fair milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, hanya mampu menyerap sebanyak 192 tenaga kerja.
Sebelumnya, Pemkab Lumajang telah menggelar job fair dengan menyediakan 1.676 kuota lowongan kerja (Loker) dari 15 perusahaan besar serta 5 perusahaan simpatisan pada 11 Oktober 2025.
Penyediaan lowongan tersebut terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan Sekolah Dasar (SD) hingga sarjana.
Saat itu, gelaran job fair tersebut sedikitnya menelan anggaran sebesar Rp 47 juta lebih yang bersumber dari APBD tahun 2025.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lumajang Subechan menyampaikan, terdapat 880 pencari kerja yang mendaftarkan diri dalam gelaran job fair akhir tahun lalu.
Meski begitu, yang berhasil diterima tidak sampai setengahnya. Hanya 192 orang yang saat ini diketahui masih dalam proses penempatan kerja di perusahaan masing-masing.
Subechan memastikan bahwa jumlah pencari kerja diterima sudah melebihi target yang telah ditetapkan Pemkab Lumajang.
“Jadi, target kita itu awalnya hanya 100 calon pekerja yang diterima, ternyata malahan sampai 192 pelamar yang lolos,” terang Subechan saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, salah satu faktor banyaknya pencari kerja yang tidak diterima disebabkan karena kualifikasi dari pelamar yang diinginkan perusahaan belum terpenuhi.
Hal ini, secara otomatis menambah daftar panjang tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Lumajang yang dipicu tidak seimbangnya jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan tempat kerja.
”Ini kalau dinilai kualitas tenaga kerja kita rendah, baik dari sisi tingkat pendidikan maupun keterampilan. Jadi tentu berdampak langsung pada produktivitas dan daya saing mereka di mata perusahaan,” ungkap Subechan. [has/aje]






