Gresik (beritajatim.com) – Bulan Ramadan kurang beberapa hari lagi. Tiap menjelang Ramadan, ribuan santri asal Gresik yang menimba ilmu agama di sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur bakal pulang kampung. Untuk memfasilitasi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik sudah menyiapkan armada bus.
Sejak kemarin malam (15/3) armada bus yang disediakan Dishub setempat berangkat ke sejumlah pondok pesantren. Seperti di Ponpes Sidogiri, Salafiyah, hingga Gontor. Total ada 14 bus yang berangkat di gelombang pertama.
Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik Taufik mengatakan, pada gelombang pertama ini terdapat 500 santri dari 10 Ponpes yang pulang kampung. Semuanya dilakukan penjemputan hingga sampai ke Gresik.
“Berdasarkan data yang masuk awal bulan sudah ada 500 santri. Nanti berlanjut sampai menjelang puasa. Kemarin malam ada tambahan 240 santri yang dijemput. Dari jumlah itu, sebagian besar asal Pulau Bawean,” katanya, Rabu (16/03/2023).
Taufik menambahkan, para santri asal Pulau Bawean mendapat fasilitas subsidi tiket. Dari semula harga Rp 200 ribu, setelah mendapat subsidi cuma membayar Rp 70 ribu.
“Nantinya penjemputan dilakukan bertahap atau bergiliran menyesuaikan jadwal libur dari ponpes masing-masing,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”santri”]
Untuk memfasilitasi para santri itu lanjut dia, Dishub Gresik menyediakan total 49 armada bus. Jumlah itu, masih mencukupi untuk menjemput santri asal Gresik.
“Sesuai data sementara, kami belum dapat pengajuan permohonan penjemputan dari ponpes berapa santri yang akan dijemput. Yang pasti kami tetap standby,” ungkapnya.
Berdasarkan pengalaman, santri akan pulang kampung mendekati Bulan Ramadan. Namun, tidak sedikit santri yang mendapat jadwal libur dari ponpes saat mendekati perayaan Idul Fitri. Puasa di bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri menjadi momentum bagi masyarakat, tidak terkecuali para santri untuk berkumpul dengan keluarga. [dny/but]






