Surabaya (beritajatim.com) – Menginjakkan kaki di kawasan Lidah Wetan, atau yang akrab disapa “Liwet” oleh warga lokal, Anda akan langsung disambut oleh atmosfer yang berbeda dari pusat kota Surabaya. Di balik deretan gedung bertingkat dan geliat hunian elit Surabaya Barat, Liwet tetap kokoh menjaga identitasnya sebagai “surga” bagi para pemburu rasa yang mengedepankan kualitas tanpa menguras isi dompet.
Bagi mahasiswa Unesa atau warga Surabaya Barat, nama Lidah Wetan bukan sekadar titik di peta. Kawasan ini adalah saksi bisu perjuangan mahasiswa mengejar gelar, sekaligus saksi sejarah perut-perut lapar yang mencari amunisi di tengah gempuran tugas. Berikut adalah 7 rekomendasi kuliner di kawasan lidah wetan yang wajib masuk dalam radar kunjungan anda:
Penyetan Kanjeng Mami
Bagi anda pecinta pedas, petualangan bisa dimulai di sini. Penyetan Kanjeng Mami menjadi arena pecinta sambal yang memikat dengan pilihan lauk goreng yang melimpah. Mulai dari ayam goreng bumbu kuning yang meresap hingga ke tulang, bebek dengan kulit garing yang gurih, hingga aneka ikan segar yang digoreng deep-fried sempurna. variasi sambal yang dibuat dadakan. Sambal bawangnya memberikan ledakan pedas yang tajam, sementara sambal terasinya menawarkan harmoni rasa manis-gurih yang legit. Ada juga sambal hijau bagi penyuka rasa yang lebih fresh. Anda bisa mulai berkunjung ke sini sejak pukul 11.00 – 21.00. Harganya yang sangat ramah di kantong menjadikan tempat ini selalu dipadati pengunjung setiap harinya.
Halmeoni Yog: Menikmati “Seoul” di Sudut Surabaya
Jika Anda mendambakan suasana yang sedikit berbeda dengan sentuhan modernitas, Halmeoni Yog hadir membawa atmosfer “Seoul” ke sudut kota. Kafe yang sangat Instagramable ini menawarkan ragam menu Korea autentik bagi para penggemar drakor. Dari Tteokbokki yang kenyal dengan saus gochujang pedas manis, hingga Korean Fried Chicken yang dibalut bumbu honey glaze yang berkilau. Setiap gigitannya menawarkan keseimbangan rasa antara pedas, manis, dan gurih khas Negeri Ginseng namun tetap cocok dengan lidah lokal. Anda bisa menjadwalkan kunjungan mulai pukul 12.00 – 22.00. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai sembari menikmati kudapan berkualitas dengan harga yang sangat membumi.
Warung Pak Roni: Kesederhanaan di Gang 5
Bagi pemburu sarapan pagi yang tulus, Warung Pak Roni di Gang 5 adalah destinasi yang wajib masuk daftar. Di sini, Anda harus sedikit bergegas karena Pak Roni hanya melayani pelanggan mulai pukul 09.00 – 14.00 saja. Menu andalannya adalah nasi pecel dan nasi campur yang melegenda. Bumbu kacang pada pecelnya memiliki tekstur yang kental dengan perpaduan kencur dan daun jeruk yang sangat harum. Disajikan dengan rempeyek renyah dan sayuran segar, seporsi nasi pecel seharga Rp7.000-an ini memberikan kepuasan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Pastikan tidak datang terlalu sore jika tidak ingin gigit jari karena porsinya yang cepat habis diburu warga, terutama para mahasiswa.
Warung Nuansa Joglo: Prasmanan dalam Dekapan Tradisi
Bagi penikmat ketenangan, Warung Nuansa Joglo menawarkan pengalaman prasmanan di bawah bangunan kayu tradisional yang sejuk. Menu yang disajikan adalah masakan rumahan nusantara khas Jawa, mulai dari sayur lodeh yang gurih bersantan, oseng mercon yang menantang, hingga ayam bumbu rujak yang kaya rempah. Karena sistemnya prasmanan, Anda bisa mulai menikmati aneka lauk ini sejak pukul 08.00. Rasa masakannya sangat homey, seolah-olah Anda sedang menyantap hidangan di rumah nenek. Kabar baiknya, bagi Anda yang punya kesibukan hingga larut, warung ini masih setia melayani hingga pukul 22.00. Suasananya yang luas dan estetik sangat persuasif bagi siapa saja yang ingin makan besar dengan kenyamanan ekstra.
Ayam Geprek Mama Mia: Penyelamat Lapar Malam Hari
Bagaimana jika rasa lapar menyerang saat Anda sibuk beraktivitas di sekitar Gang 7? Ayam Geprek Mama Mia siap menjadi penyelamat. Menu geprek di sini menggunakan ayam krispi dengan balutan tepung yang renyah namun daging di dalamnya tetap lembut dan juicy. Yang membuatnya istimewa adalah ulekan sambal bawang segar yang aromanya sangat kuat dan menggugah selera. Anda bisa mulai memesan geprek ini sejak pukul 10.00. Menariknya, bagi para pejuang lembur atau mahasiswa, warung ini masih buka sampai pukul 23.00. Jadi, kepuasan makan pedas tetap bisa didapatkan meski hari sudah hampir berganti
Es Krim FBS: Primadona Kantin yang Fenomenal
Satu lagi fenomena kuliner yang tak boleh terlewatkan adalah Es Krim FBS di kantin Unesa. Meskipun layanan dimulai sejak pukul 08.00, Anda tidak bisa bersantai. Tersedia berbagai varian rasa mulai dari coklat yang pekat, vanila yang lembut, stroberi yang asam-manis segar, hingga matcha dengan aroma teh hijau yang autentik. Memiliki tekstur es krim yang sangat halus dan tidak terlalu manis ( less sugar ), sehingga tidak membuat enek. Anda bisa menikmatinya dalam cone yang renyah atau dipadukan dengan croissant mentega yang hangat. Es krim seharga Rp5.000 – Rp15.000 ini seringkali sudah ludes terjual sebelum sore menyapa karena saking fenomenalnya.
Nasi & Mie Goreng 38: Simfoni Wajan Perempatan Suci
Sebagai penutup hari, simfoni wajan dari Nasi Goreng & Mie Goreng 38 di perempatan Suci, jl Lidah Wetan Gg 5, siap memanjakan lidah. Anda bisa mulai merapat ke sini sejak matahari terbenam pukul 17.00. Walaupun hanya gerobak sederhana, teknik memasak yang digunakan menghasilkan aroma smoky ( wok hei ) yang sangat berkelas. Tekstur Butiran nasinya tidak lembek, terbalut bumbu kecap dan rempah rahasia yang merata sempurna. Dengan harga hanya Rp10.000, porsi jumbo yang disajikan dijamin membuat perut puas. Pelayanan berakhir pada pukul 21.00, menjadikannya opsi makan malam yang sempurna bagi pejuang explore malam.
Setiap suapan disini menyimpan cerita—tentang perjuangan mahasiswa mengejar gelar, tentang kebersamaan keluarga di akhir pekan, hingga tentang dedikasi para pedagang yang menjaga cita rasa tetap terjangkau bagi semua kalangan. Maka, tak perlu menunggu momen spesial untuk mencicipi kearifan lokal ini. Segera ambil kunci kendaraan Anda, ajak orang tersayang, dan biarkan lidah Anda menjelajahi setiap jengkal kenikmatan di sudut Lidah Wetan. Percayalah, petualangan rasa di sini akan selalu memberikan alasan bagi Anda untuk datang kembali. Selamat berburu kuliner! [Devi Dwi Windah Sari]






