Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi telah memastikan aneka makanan dan minuman yang dijajakan di Pasar Takjil Ramadan 2026 bebas dari zat kimia berbahaya, serta layak konsumsi.
Upaya Pemkab Banyuwangi dalam memastikan kuliner di Pasar Takjil Ramadan aman, sehat dan layak konsumsi itu, dibuktikan dengan melakukan serangkaian pengawasan hingga pengecekan melalui uji laboratorium sampel makanan.
Langkah ini merupakan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam menjaga keamanan iklim ekonomi masyarakat dan pangan selama Ramadhan 1447 H.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menegaskan Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga peluang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun tetap mengedepankan kualitas kesehatan warganya.
“Ramadhan harus berjalan aman, sehat, dan membahagiakan. Jangan sampai kebahagiaan berbuka terganggu oleh makanan yang tidak aman. Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung pedagang agar usahanya tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ipuk juga mengingatkan, pola konsumsi masyarakat saat berbuka cenderung tinggi gula, garam, dan lemak. Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 menunjukkan bahwa 11,11 persen warga dewasa Banyuwangi terdeteksi hipertensi dan 8,87 persen berada pada kategori prehipertensi.
“Artinya, hampir satu dari lima orang dewasa berada dalam spektrum risiko tekanan darah tinggi. Konsumsi manis dan berlemak berlebihan, dapat memperburuk kondisi tersebut dan meningkatkan risiko stroke maupun penyakit jantung,” jelasnya.
Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat mengaku, untuk diketahui, sebagai langkah preventif, Pemkab Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi telah mengambil total 17 sampel makanan dan minuman dari 14 pedagang di Pasar Takjil Ramadan pada kegiatan Festival Ngerandu Buko Pantai Marina Boom.
Selanjutnya, hasil dari uji laboratorium seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif dari bahan tambahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.
“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel aman. Tidak ditemukan formalin, boraks, maupun pewarna tekstil. Ini menunjukkan kesadaran pedagang semakin baik. Namun selama Ramadan, pengawasan tetap kami lanjutkan secara rutin melalui uji petik di pasar takjil,” tuturnya.
Untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat tetap terjaga, Dinkes Banyuwangi mensosialisasi lima prinsip Jajanan Sehat Ramadan yang perlu diketahui.
Pertama, setiap takjil harus aman dan bebas bahan berbahaya. Kedua, jajanan sehat itu tidak berlebihan gula, garam, dan lemak. Ketiga, jajanan bergizi wajib mengandung unsur gizi seimbang.
Keempat, lokal yakni mengutamakan bahan pangan Banyuwangi, dan terakhir jajanan harus bersih, disajikan dalam kondisi tertutup, diolah secara higienis dan terhindar dari pencemaran.
Bukan itu saja, Amir juga mengingatkan para pedagang supaya makanan siap saji sebaiknya dikonsumsi maksimal empat jam setelah matang jika disimpan pada suhu ruang, guna mencegah pertumbuhan bakteri.
“Pilih jajanan yang bersih dan tertutup, hindari warna terlalu mencolok, dan batasi minuman manis berlebihan. Dengan memilih yang sehat, kita melindungi diri sendiri dan mendukung pedagang yang tertib,” tandas Amir. (ted)






