Surabaya (beritajatim.com) – Kursi kepemimpinan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) akan segera kosong setelah Khoirul Anwar mengakhiri masa jabatannya yang telah berlangsung selama 8 tahun.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony, menyerukan agar Pemkot Surabaya tidak hanya mencari pengganti, tetapi seorang “pemimpin super” yang mampu membawa transformasi signifikan bagi KBS.
Thony menggarisbawahi pentingnya proses seleksi yang transparan dan akuntabel, berbeda dengan perpanjangan masa jabatan yang kontroversial di era Tri Risma. “Kita mempertanyakan dasar pertimbangan perpanjangan masa jabatan sebelumnya,” ujar Thony, Jumat (16/8/2024).
Dia juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja KBS selama ini, termasuk dari segi edukasi, bisnis, dan konservasi. Thony secara terbuka mengkritik kurangnya inovasi dan kemajuan signifikan di KBS selama beberapa tahun terakhir.
Ia juga menyoroti program-program seperti Surabaya Night Zoo yang dianggap kurang berdampak. “Tanpa mengurangi rasa hormat, kami melihat bahwa di Kebun Binatang Surabaya tidak ada loncatan berarti,” tegas politisi Gerindra ini.
Dia menekankan perlunya pemimpin baru yang visioner dan mampu membawa “marwah baru” bagi KBS. Oleha karena itu, Thony mengusulkan agar Pemkot Surabaya membentuk panitia seleksi yang terdiri dari ahli-ahli di bidang konservasi, edukasi, manajemen kebun binatang, dan bisnis.
Menurut dia, pemilihan pemimpin dan badan pengawas yang tepat sangat krusial bagi masa depan KBS. “Jangan sampai hanya karena memilih orang yang salah, generasi kita berikutnya tidak bisa melihat satwa langka lagi di Surabaya,” kata dia.
Thony juga mengingatkan bahwa KBS bukan hanya sekadar tempat rekreasi, tetapi juga lembaga konservasi dan edukasi yang penting. Oleh karena itu, pansel harus diisi oleh individu-individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang ketiga aspek tersebut.
“Jika KBS dijadikan sebagai tempat edukasi dan cagar budaya, panitia seleksi juga harus diisi oleh orang yang sangat paham terhadap hal tersebut,” pinta Thony.
Dengan investasi ratusan miliar rupiah yang telah dikeluarkan Pemkot Surabaya, Thony berharap agar pemilihan pemimpin KBS berikutnya tidak dilakukan secara sembarangan. [kun]






