Jember (beritajatim.com) – Ujang Suryadi, dosen peternakan Politeknik Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan tips kepada masyarakat untuk memilih hewan kurban yang tepat dalam Iduladha mendatang.
“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk hewan kurban, di antaranya tidak cacat, sehat, telah memenuhi usianya. Syarat ini harus kita cermati,” kata Ujang, ditulis Selasa (20/6/2023).
Ujang menyarankan konsumen mengamati hewan ternak yang hendak dibeli dari jarak dua sampai empat meter. Selain itu, konsumen juga disarankan meraba beberapa titik di tubuh hewan, yakni di bagian perdagingan. “Bagian bahunya penuh atau tidak. Bagian tulang belakang juga apakah penuh atau tidak. Lalu lihat bagian ekor dan pangkal paha,” katanya.
Setelah yakin kondisi hewan kurban itu sesuai keinginan, Ujang menyarankan konsumen untuk memastikan pemenuhan persyaratan hewan itu untuk dipotong, terutama usia. “Untuk melihat umur, bisa dilakukan dengan melihat pergantian giginya, yang kita kenal dengan istilah powel. Ada istilah powel satu atau powel sepasang dan seterusnya,” katanya.
“Misalnya powel satu, itu menunjukkan ada sepasang gigi seri yang sudah ganti. Ini menunjukkan sapi itu berusia 1,5 sampai 2 tahun. Kalau ada dua pasang atau empat gigi seri yang sudah berganti, berarti sekitar usia 2-3 tahun,” kata Ujang.
Bobot badan hewan kurban juga perlu ditaksir dengan cermat. “Ini sangat penting, karena bagi panitia kurban ketika bisa menaksir bobot badan, pembagian dagingnya akan lebih presisi tanpa dicacah terus,” kara Ujang.
“Kita sering menggunakan rumus di lapangan yang dikenal akademisi, yakni lingkar dada ditambah 22 lalu dikuadratkan dan dibagi seratus. Itu paling praktis tapi sebetulnya sering meleset antara 10-15 persen dari hitungan. Tapi ada yang memodifikasinya. Rumusnya hampir sama yaitu lingkar dada ditambah 18 lalu dikuadratkan dan dibagi 100,” kata Ujang.
Semua rumus itu menghasilkan prediksi. “Kalau mau yakin ya ditimbang. Tapi kadang-kadang di bursa hewan kurban jarang ada timbangan. Sebagai calon pembeli ya kita harus bisa menaksir,” kata Ujang.
“Berikutnya, ketika sudah mengetahui bobot badan, kita bisa memprediksi bobot karkas. Karkas adalah daging sapi utuh disembelih, dihilangkan kepala, kulit, jerohan, kaki bagian bawah, dan ekor. Bobot karkas ini sangat penting dikaitkan dengan jumlah daging yang dihasilkan. Karkas sapi biasanya 45-55 persen dari bobot badan yang kita taksir,” kata Ujang. [wir]






