Magetan (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magetan telah merilis data mengenai produksi daging ternak dari sejumlah kecamatan untuk tahun 2022 dan 2023. Data ini mencakup produksi daging dari sapi perah dan sapi potong, yang diukur dalam kilogram (kg).
Data BPS itu mencatat jumlah produksi daging sapi bervariasi di tiap kecamatan. Seperti di Kecamatan Plaosan, produksi daging sapi mencapai 241.789 kg pada 2022 dan menurun menjadi 221.670 kg pada 2023.
Kecamatan Poncol tercatat produksi daging sapi sebesar 114.082 kg di 2022 namun turun menjadi 101.454 kg pada 2023. Di Panekan, produksi mencapai 180.238 kg dan turun drastis di angka 55.823 kg pada 2023.
Secara keseluruhan, total produksi daging sapi potong di Kabupaten Magetan mencapai 2.350.813 kg pada 2022. Sayangnya, jumlah produksi tersebut turun menjadi 1.923.919 kg pada 2023.
Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan dalam peningkatan produksi daging di Magetan. Bisa jadi disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan jumlah populasi ternak, cuaca, serta akses terhadap pakan yang memadai.
Data produksi daging ternak di Kabupaten Magetan memperlihatkan bahwa sapi potong merupakan komoditas utama dengan kontribusi besar terhadap produksi daging daerah. Penurunan produksi dari 2022 ke 2023 mengindikasikan perlunya strategi peningkatan produksi ternak sapi potong untuk memenuhi kebutuhan lokal serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para peternak melalui berbagai program edukasi dan pelayanan kesehatan ternak. Salah satu langkah penting adalah memberikan edukasi kepada peternak, khususnya generasi milenial, mengenai potensi peternakan sebagai bidang yang menjanjikan.
Dengan kebutuhan produk protein hewani yang terus meningkat—seperti daging, susu, dan telur—sektor ini menjadi peluang besar bagi para peternak muda yang ingin berkecimpung di dunia peternakan.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, dr. Santi Trisnawati, menjelaskan pentingnya edukasi dalam memelihara ternak yang sehat dan produktif. Dinas telah menyediakan program vaksinasi untuk sapi, kambing, dan domba guna mencegah penyakit dan menjaga kualitas ternak.
“Selain itu, pelayanan kesehatan hewan secara terpadu juga disediakan, termasuk pemberian obat cacing melalui Unit Reaksi Cepat (URC), yang bisa diakses peternak lewat call center,” kata Santi, Senin (11/11/2024)
Pelayanan Kesehatan Hewan dan Sertifikasi Produk
Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan turut mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV), terutama bagi produk susu, telur, dan daging yang dihasilkan. Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Magetan sudah tersertifikasi halal dan memiliki NKV, memastikan produk daging yang dihasilkan aman dan layak konsumsi.
“Produk dari RPH ini telah terverifikasi kualitasnya, sehingga masyarakat dapat mengonsumsinya tanpa kekhawatiran akan kebersihan dan kehalalan produk. Di Kabupaten Magetan terdapat dua RPH utama, yakni RPH Magetan dan RPH Plaosan, yang sudah tersertifikasi halal,” lanjut Santi.
Untuk meningkatkan kualitas reproduksi, Dinas Peternakan juga menyediakan layanan inseminasi buatan (IB) dengan bantuan 37 paramedik yang tersebar di setiap kecamatan.
“Tersedianya petugas paramedik kompeten memastikan bahwa proses reproduksi ternak berjalan dengan baik, sehingga populasi ternak dapat meningkat secara berkualitas,” kata Santi.
Peningkatan Kualitas SDM dan Perizinan Distribusi Daging
Dinas Peternakan juga mendukung pengembangan SDM melalui pelatihan dan penyediaan petugas pelayanan kesehatan hewan yang kompeten. Selain itu, untuk distribusi ternak ke berbagai kawasan, seperti Jakarta, Bandung, dan Kalimantan, telah disiapkan perizinan yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk mendukung para peternak dalam mengembangkan usahanya di luar wilayah Magetan.
Dengan sinergi antara edukasi, pelayanan kesehatan hewan, dan pengembangan potensi produk peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan berharap sektor peternakan di wilayah ini terus maju, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan peternak dan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan produk hewani berkualitas tinggi.
Analisis Populasi Ternak di Kabupaten Magetan
Kabupaten Magetan terus memantau populasi ternaknya untuk mendukung perkembangan sektor peternakan dan ketahanan pangan. Data populasi ternak menurut kecamatan dan jenis ternak untuk tahun 2022 dan 2023 menunjukkan jumlah populasi sapi perah dan sapi potong di berbagai wilayah.
Data BPS menunjukkan populasi sapi potong di Kabupaten Magetan juga mengalami penurunan dari 100.674 ekor pada 2022 menjadi 68.604 ekor pada 2023. Beberapa kecamatan dengan populasi sapi potong yang signifikan antara lain:
- Plaosan, mencapai 11.545 ekor pada 2022, dan turun drastis di 2023 jadi 4.560 ekor.
- Poncol, populasi sapi potong mencapai 9.986 ekor di 2022, dan turun pada 2023 menjadi 6.179 ekor.
- Lembeyan, jumlah populasi sapi potong mengalami peningkatan dari 9.658 ekor pada 2022 menjadi 10.046 ekor pada 2023.
Sedangkan populasi sapi perah perah di Kabupaten Magetan mengalami penurunan dari 1.056 ekor pada 2022 menjadi 829 ekor pada 2023. Kecamatan dengan populasi sapi perah tertinggi adalah Sidorejo, dengan jumlah 565 ekor pada 2022 dan menurun menjadi 565 ekor pada 2023. Kecamatan lainnya memiliki populasi sapi perah yang kecil, seperti Kecamatan Maospati dan Karas yang mencatatkan jumlah sekitar 16 dan 20 ekor pada 2023.
Tren Penurunan Populasi Ternak
Dari data yang ada, terlihat adanya tren penurunan populasi baik pada sapi perah maupun sapi potong. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ternak.
“Karena Penyakit Kuku dan Mulut yang sempat mewabah di tahun 2021, kami sedikit demi sedikit recovery di tahun 2022 sampai 2024 ini,’’ terang Santi.
Penurunan populasi ternak di Kabupaten Magetan menjadi perhatian penting bagi pemangku kebijakan di sektor peternakan. Untuk itu, diperlukan program peningkatan populasi ternak melalui dukungan bagi peternak dalam bentuk pelatihan, penyediaan pakan, serta perbaikan infrastruktur peternakan.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan populasi ternak di Kabupaten Magetan dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta ketahanan pangan di wilayah tersebut. [fiq/beq]






