Malang (beritajatim.com) – 52 calon direksi Perumda Tugu TIrta Kota Malang telah terkurasi menjadi 24 orang yang kini mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Khusus untuk posisi direktur utama (dirut), ada 11 nama yang sedang bersaing.
Dari 11 daftar Calon Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang lolos tahap seleksi administrasi adalah M Nor Muhlas, Priyo Sudibyo, Achmad Syarifuddin, Afwit Freastoni, Dani Darmawan, H Khoirul Ansori, Jamaluddin, Mohammad Indra Gunawan, Tias Alvin Papatria, Triyanto dan Widyo Nugroho.
Dari 11 orang ini nama Priyo Sudibyo paling diunggulkan. Dia memiliki pengalaman sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Kanjuruhan. Lalu dia kini menjabat sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Malang.
Dukungan padanya terus mengalir. Namun, pria yang akrab disapa Bogank ini hanya memberi tanggapan dingin. Dia meminta doa restu pada warga Kota Malang agar dalam proses seleksi dimudahkan.
“Semoga lancar, doakan saja,” ujar Bogank, Jumat, 21 Juni 2024.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman menyebut sosok Priyo Sudibyo dengan pengalamannya di Perumda Tirta Kanjuruhan dianggap sangat layak menjabat posisi Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang.
“Priyo Sudibyo sangat layak, karena mempunyai pengalaman di Kabupaten Malang dan kita tahu jaringannya cukup luas hingga ke pusat dan bisa diterima semua golongan. Kami akan mensupport. Mudah-mudahan beliau bisa berkompetisi dengan pengalamannya,” ujar Fuad.
Sebagai legislator dia mendorong panitia seleksi (pansel) direksi Perumda Tugu Tirta Kota Malang cermat dengan memilih figur yang cerdas, berpengalaman dan berani. Sebab, Tugu Tirta memiliki persoalan air yang cukup pelik. Mulai dari pipa bocor, debit air yang kurang hingga persoalan sumber mata air.
“Kami mendorong pansel bisa mempertimbangkan semua aspek. Bisa memilih yang cerdas, kreatif dan berani. Sekarang momentum untuk pergantian kepemimpinan (Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang). Kami berharap Pj Wali Kota Malang (Wahyu Hidayat) sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) dapat menyeleksi dengan benar dan usulan saya tentu harus putra daerah (Priyo Sudibyo) yang berani menyelesaikan permasalahan di lapangan,” ujar Fuad.
Sementara itu Koordinator Pengaduan Publik Malang Raya, Sudarno menilai pansel harus memilih orang yang mampu membereskan segudang persoalan di Tugu Tirta. Disisi lain dia menganggap Bogank bisa jadi jembatan antara Tirta Kanjuruhan dan Tugu Tirta terkait masalah pengelolaan sumber mata air.
“Dia bisa memberikan pandangan yang solutif serta rekam jejak saat menjadi Dewas dimana mampu berkontribusi positif dalam keterlibatan mengembangkan perusahaan. Ini yang melatarbelakangi kami memiliki keyakinan kuat bahwa beliau (Priyo Sudibyo) mampu menjadikan Perumda Tugu Tirta Kota Malang lebih baik,” ujar Sudarno.
Plt Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang sekaligus Ketua Dewas, Handi Priyanto ingin calon Dirut terpilih sosok terbaik yang mengerti tata kelola air dan kondisi Kota Malang.
“Sumber air adalah suatu masalah. Faktanya, kita kekurangan air dan tak sesuai dengan kebutuhan warga Kota Malang,” ujar Handi.
Karena akibat kekurangan air Perumda Tugu Tirta Kota Malang harus mengambil air dari sumber di wilayah lain, yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu. Dewas pun ingin sosok pemimpin Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang nantinya bisa bekerjasama dengan seluruh wilayah Malang Raya.
“Jadi seorang Dirut harus bisa berkolaborasi dengan Malang Raya, karena sumber kita ada di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Nah sosok yang akrab dan bisa diterima dua Dirut (Kabupaten Malang dan Kota Malang) kita semua tahu siapa,” ujar Handi. [luc/beq]






