Surabaya (beritajatim.com) – Akun Instagram @/Ayuni6269 tengah ramai diperbincangkan setelah memposting sebuah video yang menunjukkan seorang wanita berjilbab ditahan oleh pihak kejaksaan.
Video ini kemudian dikaitkan dengan mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Airlangga, Tuffahati Ullayyah Bachtiar. Hingga saat ini, video tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.224 ribu likes, hampir 92.7 ribu views, serta ribuan komentar dari warganet.
Dalam video yang viral tersebut, terdapat narasi yang menyebutkan, “Semoga rakyat Indonesia puas penghina presiden ditangkap.” Unggahan ini pun semakin menyebar cepat dengan keterangan yang berbunyi, “Sibuk klarifikasi presiden BEM Unair ditangkap hari ini.” Ada juga tambahan kontroversial, “Ini Jaman Prabowo bukan Jokowi.”
Tak hanya itu, dalam caption video, pemilik akun tersebut menulis kalimat keras seperti “#viral #mulutmuharimaumu gak punya ajaran serta didikan orang tua, apa ini yang disebut berpendidikan, akhlak perilaku nol besar, memalukan.”
Namun, Tuffahati Ullayyah Bachtiar, mantan Presiden BEM FISIP Unair, memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Dia dengan tegas membantah semua klaim yang beredar melalui akun Instagram tersebut, menyebut video yang beredar merupakan hoaks.
“Itu akun isinya hoax semua. Beritanya ga bener semua, pun footage-nya footage nyolong semua ituu. Apalagi yang di kejaksaan,” ujar Tuffa kepada beritajatim.com, Minggu (9/3/2025).
Klarifikasi tersebut semakin penting mengingat beberapa waktu lalu, BEM FISIP Unair sempat mencuri perhatian publik terkait dengan aksi mereka yang membuat karangan bunga untuk Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Aksi tersebut dianggap melanggar etik dan berdampak pada keputusan dekanat yang sempat membekukan BEM FISIP Unair pada Jumat, 25 Oktober 2024. [asg/but]






