BICARA soal unsung hero di Premier League, Mohamed Salah bisa jadi salah satunya. Wide attacker Liverpool FC itu kerap “disepelekan” dan tidak sebanding dengan nama-nama beken seperti David Beckham, Ryan Giggs, Alan Shearer, Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Frank Lampard, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, atau Kevin De Bruyne.
Tetapi, gelar PFA Player of the Year yang diraihnya hari ini sebenarnya sudah cukup mementahkan asumsi bahwa status Salah hanya pelengkap. Sebaliknya, Mo–sapaannya–adalah yang terbaik dari beberapa nama besar tersebut.
Bagaimana tidak. Ini merupakan gelar ketiga Salah. Sebelumnya, dia melakukannya pada 2017–2018 dan 2021–2022. Dan, dia pemain pertama yang memenangi PFA Player of the Year sebanyak tiga kali.
Sejauh ini, gelar terbanyak hanya dua kali untuk satu pemain. Sebut saja Mark Hughes, Shearer, Henry, Ronaldo, Gareth Bale, dan De Bruyne.
Secara tim, Salah memang baru mempersembahkan 2 gelar Premier League bagi LFC. Sedangkan, misalnya, De Bruyne telah juara 6 kali dan Giggs 13 kali. Tetapi, tolok ukur PFA Player of the Year adalah performa individu dan Salah sangat layak ketika memenanginya di tiga musimnya.
Musim lalu, Salah mencetak 29 gol dan 18 assist dari 38 matchweek. Statistik tersebut sudah cukup membuat Salah mendominasi top scorer dan top assist.
Di 2017–2018, dia mengemas 32 gol dan 11 assist dari 36 matchweek. Sedangkan untuk musim 2021–2022 dia mencetak 23 gol dan 13 assist dari 35 matchweek.
“Gelar (PFA Player of the Year, Red) kali ini sangat berbeda karena kami juara. Kami harus melakukannya lagi musim ini. Terima kasih kepada semua pemain yang telah memilihku,” takarir Salah di Instagram-nya. Sedangkan di dua gelar PFA Player of the Year milik Salah sebelumnya, Manchester City yang juara Premier League.
Secara keseluruhan, Salah telah mencetak 187 gol di Premier League. Dia ada posisi 4 top scorer sepanjang masa Premier League. Sejajar dengan Andy Cole. Shearer jadi yang teratas dengan 260 gol.
Salah juga masuk top 10 assist Premier League di angka 87. Giggs memimpin assist Premier League di 162 kali.
Sekilas, Salah masih jauh tertinggal. Tetapi, patut dicatat bahwa Big Al–julukan Shearer–14 musim berkarier di Premier League. Giggs lebih lama lagi di 22 musim.
Bandingkan dengan Salah. Musim ini adalah musim kesepuluh baginya. Itu pun satu musim bersama Chelsea 2013–2014 hanya bermain 10 kali dan mencetak 2 gol dan 1 assist.
Sedangkan dalam delapan musim sebelumnya bersama LFC, Salah mencetak 185 gol. Atau 23,125 gol per musim. Dengan kontrak yang tersisa dua musim lagi, Salah diprediksi bisa setidaknya mengemas 45 gol lagi.
Artinya, koleksi gol Salah akan mencapai 232. Itu membuatnya melesat ke runner-up top scorer sepanjang masa Premier League. Melampaui Rooney (208 gol) dan Harry Kane (213).
Bahkan, bukan tidak mungkin Salah bisa menyamai atau menyalip Shearer. Itu terjadi jika dia memperpanjang kontraknya minimal semusim lagi hingga 2028.
“Aku masih ingin gelar lebih banyak lagi (tim dan individu, Red). Itu sebabnya aku memperpanjang kontrak dengan LFC,” ujar Salah.
Setelah yang dimenanginya hari ini, suara sumbang untuk Salah pasti masih terdengar. Tetapi, biarlah statistik yang berbicara. Atau mungkin semuanya bakal terdiam jika Salah memenangi PFA Player of the Year keempatnya musim ini atau musim depan. (dio)






