Surabaya (beritajatim.com) – Penyerang tim nasional Belanda, Cody Gakpo tengah menghadapi duka mendalam setelah calon anak keduanya meninggal dunia saat masih berada dalam kandungan.
Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Gakpo bersama pasangannya, model Noa van der Bij, melalui media sosial pada Sabtu.
Sebelumnya, pasangan tersebut mengumumkan kehamilan pada bulan lalu dengan perkiraan kelahiran pada Oktober 2026. Bayi laki-laki yang mereka nantikan telah dipersiapkan untuk diberi nama Elijah Raphael Gakpo.
Gakpo dan Noa saat ini telah dikaruniai seorang putra berusia dua tahun bernama Samuel.
Di tengah cobaan yang dialaminya, Gakpo memutuskan tetap bergabung bersama skuad Belanda yang sedang berlaga di Piala Dunia 2026. Berdasarkan laporan ESPN, keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan sang pasangan.
Federasi sepak bola Belanda menyatakan dukungan penuh kepada pemain Liverpool tersebut dan meminta publik menghormati privasi keluarga Gakpo.
“Kami bersama Cody dan keluarganya. Ini merupakan situasi pribadi yang sangat menyedihkan. Tentu kami mengetahui kondisi ini dan akan memberikan dukungan penuh dengan cara apa pun yang kami bisa,” demikian pernyataan resmi tim Belanda.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa Gakpo memilih tetap bersama tim setelah berbicara dengan kekasihnya.
“Cody telah memutuskan, setelah berdiskusi dengan pasangannya, untuk tetap bersama tim. Kami menghormati privasi mereka dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut.”
Melalui Instagram Story pribadinya, Gakpo turut meminta ruang dan privasi bagi keluarganya.
“Ini adalah masa yang sangat sulit bagi keluarga kami. Kami dengan hormat meminta privasi dan ruang. Terima kasih atas pengertian Anda,” tulis Gakpo.
Sementara itu, Noa van der Bij membagikan pengalaman emosional yang dialaminya setelah mengunjungi sebuah gereja bersama putra mereka, Samuel.
“Kami pergi ke gereja untuk menyalakan lilin. Setelah itu kami berjalan menuju taman bermain di gereja bersama Samuel. Hanya ada satu anak lain di sana. Namanya Elijah.”
“Bagi kami, tidak mungkin ada tanda yang lebih indah dari Tuhan. Dia mengingatkan kami bahwa putra kecil kami tidak pernah benar-benar jauh.” (faw/ted)






